"Nanti kami lihat, kami akan batasi yang naik ke atas. Saya yakin oke, jadi tinggal mengawasi," ucap Budi, Minggu (22/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, kemacetan yang terjadi di Jalan Tol Layang Japek II beberapa hari terakhir lantaran euforia masyarakat yang ingin mencoba jalan tol baru tersebut.
[Gambas:Video CNN]
Diketahui, Jalan Tol Layang Japek II baru saja di bawah pengelolaan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Jalan tol itu baru dibuka pada 15 Desember 2019 lalu pukul 06.00 WIB.
Setelah dibuka, ruas tol itu hampir selalu dipadati kendaraan. Sebelumnya, Jasa Marga sempat menerapkan sistem lalu lintas melawan arus (contraflow) pada Jalan Tol Japek arah Cikampek.
Corporate Communications & Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru mengatakan sistem contraflow diterapkan atas diskresi Kepolisian pada kilometer 47 sampai kilometer 53 arah Cikampek sejak pukul 08.20 WIB.
"Kalau dalam batas kecepatan ya biasa saja, tidak bahaya. Kalau dalam keadaan ngantuk enak juga tuh, kayak dibangunkan gitu," kata Budi.
Oleh karenanya, ia mengimbau pengguna jalan untuk tidak melintas dengan kecepatan tinggi. Budi merekomendasikan batas kecepatan tertinggi, yakni 80 Kilometer (Km) per jam.
(aud/arh)