FPI DKI Imbau Umat Islam Tak Turun ke Jalan Saat Tahun Baru

CNN Indonesia | Senin, 23/12/2019 10:53 WIB
FPI DKI Jakarta mengeluarkan maklumat yang berisi imbauan agar umat Islam tak turun ke jalan pada malam natal dan tahun baru. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Tri Wahyuni)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dewan Pimpinan Daerah Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta melarang umat Islam merayakan Hari Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Hal itu dituangkan dalam Maklumat FPI DKI Jakarta Tentang Hari Natal dan Malam Tahun Baru Masehi yang dirilis Sabtu (21/12).

Dalam maklumat tersebut, FPI DKI meminta umat Islam untuk tak turun ke jalan. Mereka beralasan Natal dan Tahun Baru bukan ajaran agama Islam.

"Tidak turut meramaikan dan tidak pasang petasan/kembang api serta tidak turun ke jalan pada Hari Natal dan malam Tahun Baru Masehi 2020 Masehi, karena ini bukan ajaran dari agama Islam," tulis maklumat yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (23/12).
Maklumat itu ditandatangani Ketua Tanfidzi DPD FPI DKI Jakarta Abdul Majid, Sekretaris Tanfidzi DPD FPI DKI Jakarta Sahid bin Yahya, dan Imam DPP FPI DKI Jakarta Muchsin bin Zaid Al-Attas.


FPI DKI juga mengimbau umat Islam untuk mengisi dua hari itu dengan berzikir, berselawat, dan bermunajat kepada Allah untuk kepentingan agama, bangsa, dan negara. Umat Islam juga diminta merayakan tahun baru Islam.

"Meramaikan malam tahun baru Islam setiap 1 Muharram," tuturnya.

[Gambas:Video CNN]

FPI DKI juga menginginkan umat Islam untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan masyarakat. Salah satunya dengan cara meningkatkan kepedulian terhadap semua golongan.

"Meningkatkan kepedulian sosial dan kemanusiaan antarsesama manusia dengan seadil-adilnya tanpa memandang suku, agama, ras, antargolongan, dan lainnya sesuai dengan ajaran agama dan amanat konstitusi NKRI," tulis FPI DKI dalam maklumat tersebut.

Polemik perayaan ataupun pengucapan selamat Hari Natal kembali muncul ke permukaan. Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur melarang umat Islam, kecuali Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin, mengucapkan selamat natal.

Sementara MUI tak melarang ucapan tersebut. Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid mengatakan pihaknya tidak melarang dan tidak pula menganjurkan ucapan selamat natal. Sebab MUI belum pernah membuat fatwa khusus untuk hal tersebut.

"MUI Pusat sendiri belum pernah mengeluarkan ketetapan fatwa tentang hukumnya memberikan tahniah atau ucapan selamat natal kepada umat Kristiani yang merayakannya. Sehingga MUI mengembalikan masalah ini kepada umat Islam untuk mengikuti pendapat ulama yang sudah ada sesuai dengan keyakinannya," tutur Zainut lewat keterangan tertulis, Senin (23/12).
(dhf/ugo)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK