Menhub Minta KNKT Selidiki Penyebab Kecelakaan Bus Sriwijaya

CNN Indonesia | Rabu, 25/12/2019 14:30 WIB
Menhub Minta KNKT Selidiki Penyebab Kecelakaan Bus Sriwijaya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memerintahkan KNKT untuk menyelidiki penyebab kecelakaan Bus Sriwijaya. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memerintahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Ditjen Perhubungan Darat  untuk menginvestigasi penyebab kecelakaan Bus Sriwijaya. Investigasi diperlukan untuk mengungkap penyebab kecelakaan.

"KNKT gunanya apa, KNKT kita akan mencari penyebab kecelakaan apa. tentu upaya mencari penyebab ini dalam rangka kita menjaga keselamatan," ungkap di Jakarta Rabu (25/12).

Lebih lanjut, ia meminta kepada operator untuk menegaskan kepada sopir-sopir bus agar mengutamakan keselamatan dalam perjalanan.


"Apalagi, mereka membawa penumpang banyak, ini menjadi suatu hal yang utama," pungkasnya.

Kecelakaan maut menimpa  Bus Sriwijaya Ekspress jurusan Bengkulu- Palembang pada Senin (24/12) malam. Bus tersebut masuk ke dalam jurang Sungai Lematang di Tikungan Lematang Indah, Desa Pelang Kenidai, Kecamatan Dempo Tengah, Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan.

Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Palembang Benteng Telau mengatakan kecelakaan tersebut telah menewaskan 31 orang dan melukai 13 orang lainnya.

Dinas Perhubungan (Dishub) Sumatera Selatan menyebut bus yang mengalami kecelakaan tersebut tak layak beroperasi.

"Sisi ramp check-nya tidak sesuai dengan aturan sehingga seharusnya tak beroperasi. Selain ramp check, kami masih menelusuri permasalahan lainnya yang ada di bus. Intinya Bus Sriwijaya tidak laik beroperasi," kata Kepala Dinas Perhubungan Sumsel, Nelson Firdaus.

Budi mengatakan kalau ada kesalahan yang dilakukan oleh oeprator bus pihaknya tidak akan segan untuk menghukum mereka.

"Tergantung dari case-nya apa, kalau umpamanya mobil itu tidak di ramp check, tentu ada sebabnya. Yang pasti law enforcement akan dilakukan secara tegas, sesuai aturan," katanya tanpa merinci hukuman yang dimaksudnya.

[Gambas:Video CNN]



(ara/agt)