Mahfud Bantah Aparat Tembak Sopir dan Ajudan Wabup Nduga

CNN Indonesia | Jumat, 27/12/2019 23:06 WIB
Mahfud Bantah Aparat Tembak Sopir dan Ajudan Wabup Nduga Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (27/12). (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut tak ada ajudan dan sopir Wakil Bupati Nduga yang tewas tertembak oleh tentara TNI maupun Polri.

Mahfud menegaskan kabar tersebut telah dikonfirmasi langsung oleh pihaknya bersama dengan Kementerian Luar Negeri hingga TNI dan Polri. Bantahan tersebut berbeda dengan klaim Wakil Bupati Nduga Wentius Nimiangge yang menyebut sopir dan ajudannya meninggal ditembak aparat.

"Itu tidak ada. Itu tidak ada, tidak ada ajudan atau sopir Wabup Nduga itu yang ditembak oleh tentara maupun polisi," kata Mahfud di Gedung Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (27/12).


Mahfud mengatakan tak ada satu pun data terkait ajudan dan sopir yang disebut mati tertembak. Menurutnya, jika kabar penembakan tersebut memang benar sudah seharusnya data-data ajudan beserta sopir itu bisa terdeteksi.

Mahfud Bantah Aparat Tembak Sopir dan Ajudan Wabup NdugaWakil Bupati Nduga, Wentius Nimiangge. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
"Siapa coba, namanya siapa, umur berapa, alamatnya di mana, gitu. Yang dikatakan sebagai ajudan itu kan pasti ada identitas. Nah, itu tidak ada ternyata," kata dia.

Dia pun berharap tak ada masyarakat yang terprovokasi dengan pernyataan dan sikap dari Wentius.

"Kita jangan terprovokasi oleh hal-hal yang sepeti itu yang sifatnya manuver politik," kata dia.
[Gambas:Video CNN]
Wakil Bupati Nduga, Papua, Wentius Nimiangge mengundurkan diri dari jabatannya di hadapan masyarakat Nduga, Selasa (24/12). Wentius mengundurkan diri sembari mengaku tak sanggup melihat sejumlah kekerasan hingga pembunuhan yang menimpa warga sipil.

Menurutnya permintaan mundur itu sudah diketahui Bupati Nduga Yairus Gwijangge, Pangdam Cenderawasih, hingga Kapolri. Wentius mengatakan jabatannya dilepas oleh jenazah-jenazah warga Nduga, termasuk jenazah ajudan dan sopirnya yang turut tewas ditembak.

"Karena jabatan itu pertama dilepas dengan jenazah, ini supir saya yang ditembak, ajudan saya," kata Wentius kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Selasa (24/12). (tst/ain)