Gerindra Sempat Ingin Anies Tanpa Wagub Hingga Akhir Jabatan

CNN Indonesia | Minggu, 29/12/2019 20:25 WIB
Gerindra Sempat Ingin Anies Tanpa Wagub Hingga Akhir Jabatan Gerindra sempat ingin Gubernur Anies Baswedan memimpin DKI Jakarta sendirian usai ditinggal Sandiaga Uno (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menyatakan sempat muncul opsi pengosongan jabatan wakil gubernur DKI Jakarta usai ditinggal Sandiaga Uno yang maju Pilpres 2019. Kala itu, Sandi menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto.

Opsi lainnya adalah mencari kesepakatan dari sejumlah nama cawagub yang masing-masing diusung Gerindra dan PKS untuk mendampingi Gubernur DKI Anies Baswedan.

"Dalam perjalanannya ada beberapa pilihan terkait posisi wagub, salah satunya dibiarkan kosong sampai akhir masa jabatan gubernur," ujar Riza di Wisma Garuda, Cipayung, Jakarta, Minggu (29/12).


Namun, pilihan mengosongkan kursi wagub dianggap bakal menyulitkan Anies karena beban kerjanya akan bertambah. Selain itu, tugas DPRD DKI Jakarta sebagai mitra pemerintah daerah juga akan mengalami kendala jika Pemprov hanya dipimpin oleh seorang gubernur tanpa dibantu wagub.

"Tentu pilihan itu tidak baik bagi pembangunan karena mengakibatkan kosongnya posisi wagub. Itu jadi beban bagi Anies, tambah berat tugas dan tanggung jawabnya, dan juga menjadi beban pembangunan DKI ke depan," katanya.

Sementara opsi lain yang pernah dibahas yakni mengusung dua cawagub dari PKS yakni Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto namun gagal karena tak mencapai kesepakatan.
[Gambas:Video CNN]
Hingga akhirnya disepakati mengusung satu nama masing-masing dari Gerindra dan PKS. Dari Gerindra sendiri ada empat nama yang diusulkan yakni Ferry J. Juliantono, Arnes Lukman, Sekda DKI Saefullah, termasuk Riza sendiri. Nantinya akan dipilih satu orang untuk mewakili Gerindra sebagai cawagub.

"Jadi diganti dengan satu dari PKS, satu dari Partai Gerindra. Memang idealnya demikian," ucapnya.

Kursi wagub DKI diketahui masih kosong usai Sandiaga Uno memutuskan mundur dari posisi tersebut pada Agustus 2018. Sandi melepaskan jabatan wagub DKI untuk maju Pilpres 2019 sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto.
(psp)