Potensi Dhani dan Ratna 'Berisik' ke Rezim Jokowi Usai Bebas

CNN Indonesia | Selasa, 31/12/2019 06:31 WIB
Usai bebas, politikus Ahmad Dhani dan Ratna Sarumpaet diprediksi akan tetap kritis kepada Jokowi meski tak sekeras dulu karena terkait posisi Prabowo Subianto. Politikus Ahmad Dhani dan Ratna Sarumpaet sudah bebas dari penjara. (CNN Indonesia/Andry Novelino & CNN Indonesia/Farid)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dua aktivis yang kritis terhadap Presiden Joko Widodo, Ratna Sarumpaet dan Ahmad Dhani, sudah menghirup udara bebas setelah menjalani masa hukumannya. Keduanya pun dinilai akan tetap kritis namun dalam kondisi terbatas karena kedudukan Prabowo Subianto di kabinet.

Ratna dipenjara karena terbukti menyebarkan berita bohong alias hoaks. Ia divonis dua tahun penjara. Namun, Kementerian Hukum dan HAM memberikan pembebasan bersyarat, sehingga Ratna bebas lebih awal pada pekan lalu.

Dhani dibui karena melakukan ujaran kebencian melalui akun twitter, @AHMADDHANIPRAST. Dhani divonis 1,5 tahun penjara. Ia mengajukan banding dan hukumannya berkurang menjadi 1 tahun.


Masih tak puas, Dhani mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Namun, MA menolak kasasi Dhani. MA memperkuat putusan di tingkat banding dengan tetap menghukum satu tahun penjara bagi Dhani. Ia pun keluar tahanan pada Senin (30/12).

Meskipun telah bebas, Dhani masih harus menjalani pidana percobaan selama 6 bulan terkait kasus ujaran idiot. Selama menjalani pidana percobaan, ia tak boleh mengulangi perbuatannya dan diawasi pihak kejaksaan.

Ratna dan Dhani merupakan pendukung dan bagian tim kampanye Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Keduanya pun menjalani proses hukum saat masa kampanye pesta demokrasi lima tahunan itu berlangsung.

Pilpres 2019 sudah usai dengan kekalahan Prabowo-Sandiaga Uno. Namun, Prabowo kini berubah haluan mendukung Jokowi dan masuk ke jajaran kabinet sebagai Menteri Pertahanan. Selain Prabowo, Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo juga masuk dalam pemerintahan menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan.

[Gambas:Video CNN]
Direktur Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti menilai Ratna dan Dhani kemungkinan besar akan tetap kritis terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo sekalipun Prabowo masuk lingkaran kekuasaan. Meskipun, Ratna dan Dhani tak akan mengkritik sekeras sebelumnya.

"Saya kira iya [tetap melontarkan kritik], tapi tidak akan sedrastis dan sedramatis dulu," kata dia kepada CNNIndonesia.com, Senin (30/12).

Terlebih, lanjutnya, mereka berdua baru selesai menjalani hukuman pidana dan Prabowo yang dulu mereka dukung telah masuk dalam pemerintahan.

"Jadi kalau dulu hampir semua hal mereka berbeda, kalau mungkin sekarang kadarnya 50 persen lah (dalam mengkritik).
Potensi Dhani dan Ratna 'Berisik' ke Rezim Jokowi Usai BebasRatna Sarumpaet usai bebas dari penjara. (CNN Indonesia/Safir Makki)

"Dulu konteksnya politik betul, segala peluang dijadikan untuk mendelegitimasi Pak Jokowi, menaikan citra Pak Prabowo. Sekarang enggak bisa lagi begitu juga," ujarnya.

Ray memprediksi Ratna dan Dhani akan mengkritik Jokowi karena alasan objektif, bukan sekedar perbedaan politik seperti Pilpres. Bahkan menurutnya, Prabowo pun bisa jadi sasaran kritik keduanya karena bagian dari kekuasaan.

"Meski Prabowo berada di pemerintahan, Prabowo adalah bagian yang mereka harus kritik," tuturnya.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin menilai Dhani dan Ratna tak akan kritis terhadap rezim Jokowi karena terikat koalisi Prabowo-Jokowi.

"Tak akan banyak mengkritisi kebijakan-kebijakan Jokowi yang salah arah nanti. Keduanya terikat oleh kesepakatan Prabowo dan Jokowi," kata Ujang kepada CNNIndonesia.com.

Ujang mengatakan konstelasi politik nasional sudah berubah. Prabowo dan Gerindra sudah masuk dalam pemerintahan Jokowi. Menurutnya, Ratna dan Dhani akan berpikir ulang jika mengkritik keras Jokowi seperti sebelum Pilpres 2019.

Ujang lantas mencontohkan Fadli Zon yang sudah tak lagi dipilih Gerindra sebagai wakil ketua DPR periode 2019-2024. Ia menyebut Fadli tak ditempatkan sebagai wakil ketua DPR agar tidak mengkritisi pemerintahan Jokowi.

Lebih lanjut, Ujang menyatakan Ratna dan Dhani bisa saja akan mendukung program Jokowi karena Prabowo berada dalam pemerintahan. Menurutnya, posisi Prabowo yang berada di lingkaran pemerintahan membuat Ratna dan Dhani menjadi diam.

"Itu konsekuensi berkoalisi. Masa masuk di pemerintahan kritik pemerintah sendiri. Artinya mengkritik diri sendiri. Masa jeruk makan jeruk," tuturnya.

Ratna sendiri menyatakan bakal terus mengkritik pemerintahan Jokowi usai bebas. Ia berharap dia tak lagi masuk penjara karena kritik-kritik yang akan disampaikannya.

"Itu (mengkritik) kan tabiat saya, jadi saya rasa mudah-mudahan Pak Jokowi juga kapok memenjarakan saya," kata Ratna.
Potensi Dhani dan Ratna 'Berisik' ke Rezim Jokowi Usai BebasAhmad Dhani sesaat setelah bebas dari penjara Cipinang. (CNN Indonesia/ Andry Novelino)

Ratna mengatakan kritik tak sepantasnya dibalas dengan proses hukum apalagi dipenjara. Apalagi dirinya sudah berusia uzur.

"Saya juga orang tua, masa kalau saya mengkritik terus saya dimarahin lagi, enggak boleh begitu dong," tambahnya.

Ratna merasa sebagai aktivis, tugas utamanya memang memberi kritik. Sebab kritik menurut dia tak ubahnya bentuk rasa sayang dirinya terhadap Jokowi ataupun bangsa Indonesia.

"Kalau beliau (Jokowi) enggak saya kritik, berarti saya tidak sayang sama dia atau tidak sayang sama bangsa ini," katanya.

Ratna enggan berkomentar lebih mengenai hijrahnya Prabowo Subianto ke pemerintahan Jokowi usai Pilpres 2019 lalu. Ia meminta masyarakat menunggu apa yang akan dilakukan Prabowo dan dan memberi kesempatan kepadanya.

Sementara Dhani sendiri menegaskan dirinya akan tetap berada di dunia politik. Namun tidak dengan masuk dalam jajaran pemerintahan Jokowi seperti Prabowo.

Meski begitu, Dhani menyatakan akan terus mendukung Prabowo sebagai calon presiden di masa mendatang.

"Langkah ke depan adalah saya tetap dalam dunia politik mendukung Bapak Prabowo menjadi presiden di masa depan," katanya.
(fra/arh)