Gubernur Riau Syamsuar mengeluarkan surat edaran yang antara lain melarang warga menggelar pesta dengan membunyikan petasan dan terompet pada malam Tahun Baru.
"Tidak merayakan malam Tahun Baru dalam bentuk hiburan maupun menyalakan kembang api, petasan, dan peniupan terompet," kata dia, dalam pernyataan pers, Selasa (31/12) dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senada, Wali Kota Pekanbaru Firdaus mengimbau warganya agar tidak merayakan malam pergantian Tahun 2019 gelaran itu diprediksi menimbulkan kemacetan.
jelang pergantian tahun, penjual terompet dadakan mulai marak di Glodok, Jakarta. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Firdaus mengajak masyarakat agar bisa memaknai pergantian tahun dengan bersyukur dan jadikan sebagai evaluasi diri agar lebih baik di tahun depan dan mengisinya dengan acara berkumpul di tempat yang baik. Pemkot Pekanbaru sendiri akan menggelar penyambutan tahun baru itu di Masjid Ar Rahman.
"Pemkot Pekanbaru akan menggelar muhasabah bersama seluruh masyarakat di masjid paripurna kota, dan kepada pelaku usaha hiburan untuk tidak beroperasi melewati jadwal seharusnya. Pengelola juga harus menjaga ketertiban pada malam pergantian tahun," katanya.
"Saya meminta masyarakat nonmuslim agar menghormati masyarakat Muslim di Aceh Barat dengan kegiatan yang sifatnya hura-hura dan bertentangan dengan syariat Islam," kata dia, dalam rapat bersama unsur pimpinan daerah di Meulaboh, pekan lalu, dikutip dari Antara.
Menurutnya, masyarakat nonmuslim tetap bisa merayakan pergantian tahun asalkan kegiatan yang dilakukan tidak bertentangan dengan budaya dan kearifan lokal masyarakat Aceh.
[Gambas:Video CNN]
Apalagi, kata Ramli, saat ini Aceh sudah memberlakukan syariat Islam, sehingga Aceh memiliki kekhususan tersendiri yang tidak sama dengan daerah lainnya di Indonesia.
Bupati Bogor Ade Yasin pun tak ketinggalan menerbitkan surat edaran berisi imbauan agar warganya untuk tak menyalakan kembang api, petasan, dan meniup terompet pada malam Tahun Baru 2020.
"Tidak menyalakan kembang api, petasan dan peniupan terompet serta konvoi kendaraan bermotor," demikian tertera dalam surat edaran yang ditandatanganinya, Kamis (26/12).
"Dalam rangka mendukung 'Karsa Bogor Berkeadaban' serta untuk memelihara ketenteraman dan ketertiban di tengah masyarakat," kata perempuan yang juga merupakan Ketua DPW Jawa Barat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.
Ade mengimbau warga agar memanfaatkan momentum pergantian tahun dengan meningkatkan ibadah, rasa keprihatinan atas bencana, kepedulian dan kepekaan sosial antar sesama.
Terakhir, khusus masyarakat yang beragama Islam ia mengimbau untuk meningkatkan salat berjamaah, zikir, istigosah, dan muhasabah diri.
(antara/arh)
jelang pergantian tahun, penjual terompet dadakan mulai marak di Glodok, Jakarta. (