FPI Tak Kecewa Dua Sobat Prabowo Masuk Pemerintah

CNN Indonesia | Selasa, 31/12/2019 15:43 WIB
Sekretaris Umum FPI, Munarman mengatakan Pilpres telah usai, dan FPI dan Prabowo hanya terikat secara politik taktis saat itu. Sekretaris Umum FPI, Munarman. (CNN Indonesia/ Patricia Diah Ayu)
Jakarta, CNN Indonesia -- Front Pembela Islam (FPI) tak kecewa dengan masuknya dua kawan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Letnan Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin dan Letnan Jenderal (Purn) Johannes Suryo Prabowo masuk dalam pemerintahan.

Prabowo saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Prabowo kemudian mengangkat Sjafrie sebagai asisten khusus dan JS. Prabowo menjadi Komite Kebijakan Industri Pertahanan.

Sekretaris Umum FPI Munarman menyatakan bahwa hubungan FPI dengan partai politik, termasuk Gerindra pada Pilpres 2019 hanya bersifat taktis. Ia menyebut rasa kecewa itu hanya ada dalam hubungan percintaan.


"Kami bukan main perasaan, kalau kecewa itu kan orang jatuh cinta. Kami ini bukan cinta-cintaan. Kami ini urusannya sangat jelas, ada proses kontrak politik, ada program yang kita ajukan. Jadi bukan soal perasaan. Kalau kecewa itu soal perasaan," kata Munarman di Jakarta, Selasa (31/12).

Munarman mengatakan dalam Pilpres 2019, FPI dengan partai politik pengusung Prabowo hanya menjalin hubungan yang taktis. Hal ini, kata, Munarman karena calon lainnya, yakni Joko Widodo berpotensi mengkriminalisasi ulama maupun ajaran islam.
Munarman menyebut FPI dan kelompok Islam lainnya mengusung calon yang tidak memiliki rekam jejak menyakiti ulama. Menurutnya, setelah Pilpres selesai FPI sudah tidak punya urusan dengan partai yang sempat bersama-sama.

"Siapa pun setelah kontestasi selesai, ya urusan dia masing-masing, bukan urusan kami lagi," ujarnya.

Direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti juga mengkritik langkah Prabowo mengangkat Sjafri dan JS Prabowo. Ia mengaku heran dengan sikap dua orang purnawirawan yang berpindah haluan dalam hitungan bulan.

Menurut Ray, dua orang itu merupakan sosok yang kerap mengkritik Jokowi selama Pilpres 2019 lalu

"Yang dulunya paling sering menghantam Jokowi habis habisan dan sekarang merasa nyaman jadi anak buahnya Pak Jokowi, pada level kedua, ketiga pula," kat Ray.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengangkat Sjafrie dan JS. Prabowo untuk membantunya di Kementerian Pertahanan. Mereka berdua merupakan kawan Prabowo sejak berdinas di militer.

Hal itu dikonfirmasi oleh Wakil Ketua Umum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad. Dasco mengatakan Sjafrie menjabat sebagai asisten khusus, sementara Suryo Prabowo menjadi Komite Kebijakan Industri Pertahanan.

"Pak Sjafrie penasihat (asisten) khusus, Pak Suryo Prabowo itu Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP)," kata Dasco melalui pesan singkat, Senin (30/12).
[Gambas:Video CNN]
Sjafrie dikenal dekat dengan Prabowo. Mereka berdua satu angkatan saat berada di TNI, yakni angkatan 1974. Saat kerusuhan 1998, Sjafrie tengah menduduki posisi Panglima Kodam Jaya, sementara Prabowo menjabat sebagai Pangkostrad.

Sementara JS Prabowo lulus dari TNI angkatan 1976, dua tahun di bawah Prabowo. Kala itu, JS Prabowo mendapat gelar Adhi Makayasa atau lulusan terbaik di angkatannya.

Pada Pilpres 2019 lalu, Suryo termasuk orang yang kerap berada di samping Prabowo. Ia sering terlihat dalam rapat yang digelar Prabowo dalam rangka kerja-kerja pemenangan Pilpres 2019. (fra/ain)