Program dari Kemenperin untuk Membangun Masa Depan Bangsa

Advertorial, CNN Indonesia | Selasa, 31/12/2019 00:00 WIB
Program dari Kemenperin untuk Membangun Masa Depan Bangsa
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah menyadari bahwa peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) merupakan kunci untuk memenangkan kompetisi di tengah era persaingan global saat ini terutama dalam menghadapi perkembangan revolusi industri 4.0. Kementerian Perindustrian berkomitmen untuk terus menciptakan Sumber Daya Manusia Industri yang Unggul melalui berbagai program. Setidaknya ada 4 (Empat) program yang dicanangkan oleh Kemenperin guna mempersiapkan dan menghasilkan generasi unggul di masa depan, mulai dari pendidikan, pelatihan hingga Pembangunan Pusat Inovasi Digital Industri (PIDI 4.0).

Berikut ini adalah program-program dari Kemenperin:

Pendidikan


Kemenperin sebagai unit teknis penyelenggara program vokasi memiliki 9 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), 10 Politeknik, dan 2 Akademi Komunitas dengan peserta didik sebanyak 19.867 orang. Unit Pendidikan di lingkungan Kementerian Perindustrian telah memiliki spesialisasi, berbasis kompetensi dan link and match dengan industri, dilengkapi Workshop, laboratorium, Teaching Factory, serta LSP, dan TUK. Lulusan menjadapat ijazah dan sertifikat kompetensi serta terserap 100% di Industri dengan masa tunggu maks 6 bulan.

Selain itu sebagai implementasi amanah undang-undang nomor 3 tentang Perindustrian, Kemenperin akan membangun Politeknik atau Akademi Komunitas di Kawasan Industri dan Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri. Tujuan pembangunan Politeknik /Akademi Komunitas di KI/WPPI adalah mendorong pertumbuhan investasi industri melalui penyediaan tenaga kerja industri lokal yang kompeten dan memberdayakan SDM lokal  untuk menjadi tenaga kerja industri kompeten sesuai kebutuhan dunia usaha industri. Pada tahun 2015 sd 2018 telah terbangun 4 Politeknik/ Akademi Komunitas yaitu Akademi Komunitas Industri TPT - Surakarta, Poiteknik Industri Logam Morowali, Akademi Komunitas Industri Manufaktur Bantaeng  dan Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu. Sedangkan pada tahun 2019 sedang proses pembangunan dan ijin pendirian Politeknik Industri Petrokimia Banten.

Kementerian Perindustrian membangun linkad match SMk dengan industri  dengan menetapkan Permenperin nomor 3 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengembangan SMK yang link and match dengan Industri. Adapun langkah-langkah yang ditempuh dalam implementasi Peraturan Menteri Perindustrian nomor 3 tahun 2017 adalah


  1. Peluncuran program vokasi industri.
Pencanangan program kerja sama antara industri dengan SMK. Satu perusahaan industri memilih 5 (lima) SMK binaan yang memiliki keahlian sektor industri manufaktur.        2. Penyelarasan kurikulum, silabus dan modul. Melakukan penyusunan materi pembelajaran sisipan yang dibutuhkan industri kedalam mata pelajaran di SMK.       3.   Peningkatan kompetensi guru SMK. Kegiatan peningkatan kompetensi guru dilakukan melalui pelatihan teknis di dalam dan luar negeri dan magang guru SMK di Industri.       4.   Pemenuhan kebutuhan minimum sarana praktek. Penyiapan teaching factory, laboratorium, workshop dan peralatan praktek diSMK.       5.   Membangun infrastruktur kompetensi. Penyusunan Standard Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sektor industri, pendirian lembaga sertifikasi profesi (LSP), tempat uji kompetensi (TUK) serta penyiapan asesor kompetensi untuk SMK       6.   Praktek kerja industri. Kegiatan praktek kerja industri bagi siswa berdasarkan kurikulum pembelajaran berbasis kompetensi.       7.   Sertifikasi. Melakukan sertifikasi terhadap siswa sehingga lulusan selain mendapatkan ijazah juga mendapatkan sertifikat kompetensi. Program link and match SMK dengan industri telah melibatkan 855 industri dengan 2.612 SMK. Sebagai tindak lanjutnya program link and match SMK denganindustri telah dilakukan
  •       Penyelarasan kurikulum dan penyusunan modul 34 kompetensi keahlian dan Dalam proses penyelarasan 2 kompetensi keahlian baru (grafika + farmasi)
  •       Peningkatan kompetensi bagi guru baik melalui pelatihan maupun magang. Pada tahun 2018, telah melibatkan 1.233 orang dan tahu 2019 melibatkan 1783 guru.
  •       Bantuan peralatan minimum ke SMK
a. Tahun 2017-2018 , oleh 95 Industri untuk 499  SMK b. Tahun 2017 oleh  Kemenperin untuk 74 SMK c. Tahun 2019 oleh 78 Industri untuk 556 SMK dan Kemenperin untuk 70 SMK Dalam upaya menyiapkan SDM kompeten di era industri 4.0, Kemenperin telah menetapkan Keptutusan Menteri Perindustrian Nomor 1152 Tahun 2019 tentang Kurikulum industri 4.0 pada Penddidikan Vokasi Industri Dilingkungan Kementerian perindustrian. Seluruh unit pendidikan vokasi (SMK dan Politeknik) di lingkungan Kementerian Perindustrian akan mengajarkan mata pelajaran/ Mata Kuliah:  Basic Industry 4.0. Untuk Siswa SMK dan Politeknik dengan mata pelajaran Basic Industri 4.0 diharapkan untuk
  •        Siswa mampu mengetahui dasar revolusi industri 4.0 dan jalan menuju industri 4.0 (smart-industry);
  •        Siswa mampu mengetahui berbagai disiplin ilmu, sistem, dan teknologi industri 4.0 dan aplikasinya;
  •        Siswa mampu mengetahui peranan data, informasi, pengetahuan dan kolaborasi untuk organisasi industri 4.0
Sedangkan untuk Politeknik yang memiliki spesialisasi Sektor tekstil /industri kimia/industri makanan & minuman/ industri kulit/ industri logam/ logistik Akan mendapatkan mata kuliah lanjutan Transformasi Industri 4.0 (Manufaktur Proses). Sedangkan untuk Politeknik dengan spesialisasi sektor Otomotif/ Elektronika/ Alas Kaki/ Furnitur/ Permesinan/ Logistik akan mendapatkan mata kuliah lanjuta berupa Transformasi Industri 4.0 (Manufaktur Diskrit). Dengan Mata pelajaran Transformasi Industri 4.0 baik manufaktur proses maupun manufaktur diskrit, mahasiswa di diharapkan untuk :
  •        Mahasiswa mampu memahami bisnis proses industri 4.0
  •        Mahasiswa mampu menganalisis strategi implementasi transformasi industri 4.0
  •        Mahasiswa mampu membuat dan mempresentasikan solusi transformasi industri 4.0
Pelatihan

Kemenperin juga terus melakukan berbagai pelatihan untuk SDM yang lebih kompeten. Lewat kegiatan Diklat 3 in 1 Kemenperin terus membangun SDM agar meningkatkan peran SDM di bidang industri. Menurut UU Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, bahwa tujuan pembangunan SDM Industri untuk menghasilkan SDM yang kompeten guna meningkatkan peran SDM di bidang Industri.  SDM Industri meliputi wirausaha Industri, tenaga kerja Industri, pembina Industri, dan konsultan Industri.

Selain itu, pertumbuhan Industri ditentukan oleh 3 faktor: Investasi, Teknologi dan SDM kompeten. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2015 tentang Pembangunan Sumber daya Industri, dimana Pembangunan Tenaga Kerja Industri dilakukan melalui: Pendidikan Vokasi Industri berbasis Kompetensi, Pelatihan Industri Berbasis Kompetensi, Pemagangan Industri dan Sertifikasi Kompetensi.

Terkait Pelatihan Industri Berbasis Kompetensi, Kemenperin melakukan program yang disebut Diklat 3 in 1 (Pelatihan, Sertifikasi Kompetensi dan Penempatan Kerja), dimana untuk pelatihan dengan ketentuan jenis pelatihan sesuai kebutuhan industri, kurikulum didesain bersama dengan industri dan mengacu standar kompetensi, penyelenggaraan didukung workshop dengan mesin dan peralatan sesuai kondisi industri dan dapat dilaksanakan oleh lembaga diklat secara in-house maupun on-site.

Lebih lanjut, Sertifikasi Kompetensi dengan ketentuan dilakukan uji kompetensi, Tempat Uji Kompetensi (TUK) berada di lembaga diklat atau tempat kerja dan peserta mendapatkan sertifikat diklat dan sertifikat kompetensi.

Sedangkan untuk Penempatan Kerja dengan ketentuan: ada MOU dengan Perusahaan Industri dan jaminan penempatan kerja bagi seluruh lulusan diklat. Diklat 3 in 1 dilaksanakan oleh Pusdiklat Industri  dan 7 Balai Diklat Industri (Medan, Padang, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar dan Makassar) di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI).

Sampai saat ini, jumlah tenaga kerja yang telah dilatih, disertifikasi dan terserap bekerja melalui diklat sistem 3 in 1 tahun 2014 - 2018 sebanyak 89.161 orang.

Untuk Tahun 2019, Diklat 3 in 1 dengan target sebanyak 69.000 orang, meliputi sektor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT), Alas kaki, Animasi, Pengelasan, Semen, Amplas, Furniture, Pengolahan Produk Agro, Manufaktur, Elektronika dan Telematika, Makanan dan Minuman, Otomotif, Plastik, Desain Kemasan, Pengolahan Hasil Laut, Garam dan Logistik.

Penyelenggaraan diklat 3 in 1 ini merupakan salah satu upaya penyiapan tenaga kerja industri kompeten bagi sektor industri. Diklat 3 in 1 didesain sesuai kebutuhan perusahaan industri baik dari sisi jenis, jenjang dan jumlah sehingga penyelenggaraannya harus senantiasa bekerja sama dengan industri. Untuk menguatkan kerja sama yang terjalin dengan industri tersebut, di awal penyelenggaraan diklat 3 in 1 selalu dilakukan Perjanjian Kerjasama dengan perusahaan industri salah satunya dalam hal penempatan kerja, serta di akhir diklat dilakukan penyerahan calon tenaga kerja untuk ditempatkan pada perusahaan industri. Di tahun 2019 total jumlah tenaga kerja yang telah mengikuti diklat 3 in 1 sejumlah 68.027 orang yang tersebar di 225 daerah di Indonesia.

Sertifikasi Kompetensi (SKKNI) dan Penempatan Kerja

Pengakuan terhadap kompetensi seseorang dibuktikan melalui kepemilikan sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) melalui serangkaian proses uji kompetensi. Pelaksanaan uji kompetensi mengacu pada skema sertifikasi yang dimiliki oleh setiap LSP berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Kesadaran akan pentingnya sertifikasi kompetensi bagi tenaga kerja industri saat ini masih terus perlu dikembangkan. Pada beberapa sektor padat karya seperti tekstil dan garmen beberapa buyer sudah mensyaratkan adanya kepemilikan sertifikat kompetensi bagi tenaga kerja untuk perusahaan industri yang ingin memasarkan produknya ke luar negeri. Dan bukan tidak mungkin hal ini akan diberlakukan bagi sektor industri lainnya. Oleh karenanya, pemerintah terus mendorong industri agar tenaga kerjanya memiliki sertifikat kompetensi, salah satunya melalui upaya fasilitasi sertifikasi kompetensi bagi tenaga kerja industri.

Di tahun 2019, Kemenperin melalui BPSDMI memfasilitasi 15.060 orang tenaga kerja untuk memiliki sertifikat kompetensi dengan rincian sebagai berikut:   -        4.996 orang tenaga kerja pada sektor industri tekstil -        2.500 orang tenaga kerja pada sektor industri garmen -        1.182 orang tenaga kerja pada sektor industri batik -        2.679 orang tenaga kerja pada sektor industri otomotif -        2.703 orang tenaga kerja pada sektor industri elektronika -        600 orang tenaga kerja pada sektor industri pupuk, dan -        400 orang tenaga kerja pada sektor industri perkapalan. Selain itu, keuntungan bagi perusahaan industri yang memiliki tenaga kerja bersertifikasi antara lain: -     Meningkatkan keyakinan klien bahwa produk yang dihasilkan telah dibuat oleh tenaga kerja yang kompeten. -     Produktivitas industri meningkat karena produksi dilakukan oleh tenaga kerja yang kompeten. -     Sebagai acuan industri dalam mengembangkan sistem karir dan remunerasi karyawan. Sedangkan keuntungan yang didapat tenaga kerja dengan kepemilikan sertifikat kompetensi tersebut adalah: -     Sebagai kebanggaan atas pengakuan kompetensi yang dimiliki -     Peluang atas peningkatan karir dan tunjangan -     Meningkatkan posisi tawar tenaga kerja -     Proteksi atas serangan tenaga kerja asing Sejumlah tenaga kerja yang difasilitasi sertifikasi kompetensi tersebut, tersebar di beberapa propinsi di Indonesia diantaranya Sumatera Utara, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Bali, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat. Ke depan pemerintah terus berupaya memperluas sebaran tenaga kerja yang memiliki sertifikat kompetensi, baik dari sisi sektor industrinya maupun regional kerja dari tenaga kerja tersebut. Target fasilitasi sertifikasi kompetensi yang dilakukan BPSDMI di tahun 2020 adalah 20.000 orang.

Pembangunan Pusat Inovasi Digital Industri (PIDI 4.0)

Pusat Inovasi Digital Industri 4.0 di permata Hijau akan difokuskan pada penerapan Industri 4.0 di 5 sektor industri yang tahap awalnya di Industri Otomotif dan Industri Makanan dan Minuman. Pusat inovasi ini akan memiliki 5 pilar pelayanan, yaitu :
  1. Pilar showcase center yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan industri terhadap industri 4.0. Target kami sampai tahun 2025 adalah meningkatkan kesadaran kurang lebih 7.000 perusahaan industri di Indonesia. Bentuk pelaksanaannya berupa awareness workshop selama ½ hari di DCC Permata Hijau, peserta diajak melihat dan mengalami transformasi I4.0 melalui suatu model company dan melakukan tur ke shopfloor industri 4.0.
  2. Pilar capability center melalui Layanan pelatihan industri 4.0 yang bertujuan untuk membangun kapabilitas industri 4.0 perusahaan industri di tiap tingkatan organisasi. Target kami sampai tahun 2025 adalah melatih kurang lebih 400.000 pekerja dari 4.000 perusahaan. Bentuk pelaksanaannya berupa pelatihan selama 1 dan 3 hari bagi CxO dan manajer untuk melakukan perjalanan transformasi melalui tahapan - discover, diagnose, design, pilot, scale, sustain - pelatihan ini menggunakan lebih dari 120 modul yang berkaitan dengan transformasi bisnis, teknologi dan organisasi.
  3. Pilar ekosistem industri 4.0 yang berfungsi untuk menghubungkan seluruh stakeholder yang berpengaruh pada industri 4.0 untuk memberikan keahlian dan kapabilitas khusus di Indonesia. Kami menargetkan terjalinnya kerjasama dengan 100-200 mitra perusahaan sampai tahun 2025. Bentuk pelaksanaannya berupa terbentuknya sebuah ekosistem eksklusif Industri 4.0 yang menghubungkan anggota dengan para penyedia teknologi, layanan, keuangan dan akademisi yang dilengkapi acara dan forum khusus di setiap triwulan.
  4. Pilar delivery center memberikan Layanan pendampingan dan konsultasi industri 4.0 yang berfungsi untuk mendampingi perusahaan industri bertransformasi menuju industri 4.0 yang dimulai dari penilaian INDI 4.0 sampai ke implementasinya. Kami menargetkan kurang lebih 2.000 perusahaan mampu bertransformasi sampai tahun 2025. Bentuk pelaksanaanya berupa Do It Yourself (DIY) website yang kontennya berupa proses asesmen mandiri INDI dan bimbingan online mengenai transformasi industri 4.0, selain itu ada Field & Forum program membantu perusahaan skala menengah ke atas mengadopsi use case I4.0 yang relevan, mulai dari value-backed diagnosis hingga implementasi.
5.Pilar innovation center, memberikan layanan riset dan pengujian teknologi siap pakai sehingga dapat menjembatani para peneliti dengan industri. Kami menargetkan terlaksananya 40-90 proyek uji coba sampai tahun 2025. Bentuk pelaksanaanya berupa brokerage service, yaitu fasilitas link & match antara industri dan Akademisi Indonesia atau lembaga penelitian kelas dunia. Tak hanya itu, PIDI 4.0 juga memberikan fasilitas test bed untuk menerapkan teknologi  baru yang didukung oleh tempat yang layak dan tim penguji khusus dan tersertifikasi.

Pusat inovasi Digital Industri 4.0 diharapkan menjadi sebuah one stop solution penerapan industri 4.0 di Indonesia untuk mempercepat penerapan transformasi menuju industri 4.0, dan jendela indonesia 4.0 untuk dunia. (adv/adv)