Total 3.100 Gardu Listrik Jabodetabek Dimatikan Akibat Banjir

CNN Indonesia | Rabu, 01/01/2020 19:59 WIB
Total 3.100 Gardu Listrik Jabodetabek Dimatikan Akibat Banjir Banjir menggenangi kawasan Mal Cipinang Indah, Jakarta Timur, Rabu, 1 Januari 2020. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- PLN memadamkan listrik di sejumlah wilayah yang terdampak banjir di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) demi keamanan warga.

Total, hingga pukul 16.00 WIB dari 23.700 gardu distribusi yang ada di Jabodetabek sebanyak 3100 Gardu distribusi dipadamkan sementara.

"Demi menjaga keselamatan warga agar terhindari dari bahaya arus listrik, PLN terpaksa melakukan pemadaman sementara di sejumlah wilayah," ujar Vice President Public Relation PLN Dwi Suryo Abdullah melalui keterangan pers, Rabu (1/1).


Untuk daerah DKI Jakarta area yang dipadamkan meliputi wilayah Karet Pasar Baru Barat, Kedoya Utara, Tanjung Duren, Panxoran, Pejaten Timur, Jati Petamburan, Pondok Kelapa dan Komplek Jati Bening.

Kemudian Jalan Kebon Jeruk Raya, Jalan Raya Daan Mogot Kalideres, Jalan Swadarma Raya, Jalan Pos Pengumben, Jalan Sektor Ciledug, Jalan Bangka dan Kemang.

Lalu juga Duta Indah Square, Perumahan Taman Bougenville, Perumahan Taman Wiana Jatibening dan Perumahan Pinewood Wibawamukti.

Selanjutnya di wilayah Kapuk, Joglo, Ciledug, Tanah Tinggi, Duri Kosambi, Kemanggisan, Kembangan, Jagakarsa, Jatiasih, Petamburan, Karet dan Tanjung Duren yang dipadamkan akibat banjir Jakarta.

Sedangkan untuk wilayah Jawa Barat pemadaman dilakukan di Bekasi, GPI, Cikarang, Bogor dan Karawang.

"Sementara untuk wilayah Banten dari total 14 ribu gardu distribusi sebanyak 228 gardu distribusi yang ada di wilayah kerja PLN UID Banten terpaksa dipadamkan untuk keamanan warga," tambah Dwi.

[Gambas:Video CNN]
Selain pemadaman dari pusat, PLN juga mengimbau agar warga memadamkan listrik jika wilayahnya terdampak banjir. Warga juga bisa menghubungi Contact Center 123 maupun kantor PLN terdekat jika ingin listriknya dipadamkan.

Banjir di Jakarta dan sekitarnya terjadi akibat luapan air setelah hujan tanpa henti terjadi sejak Selasa petang pada 31 Desember 2019. Luapan air kemudian melanda sejumlah titik di Jakarta dan sekitarnya pada awal 2020 ini.

(fey/kid)