Gibran Siap Dukung Achmad Purnomo Jika Tak Dapat Restu PDIP

CNN Indonesia | Jumat, 03/01/2020 09:39 WIB
Putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, mengaku siap mendukung siapapun calon wali kota Solo yang diusung PDIP jika kelak ia gagal mendapat rekomendasi partai. Putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka (tengah) masih menunggu keputusan DPP PDIP untuk menjadi calon Walikota Solo. (CNN Indonesia/Ichsan Rosyid)
Solo, CNN Indonesia -- Putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, mengaku siap mendukung siapapun calon wali kota Solo yang diusung PDIP jika kelak ia gagal mendapat rekomendasi partai.

"Kalau nanti yang dapat rekomendasi Pak Pur (Wakil Wali Kota Solo petahana, Achmad Purnomo) pun saya akan totalitas mensukseskan beliau," kata dia saat menghadiri acara 'Sarasehan Tokoh Masyarakat Bersama Gibran Rakabuming' yang digelar Forum Studi Demokrasi dan Keadilan Sosial (FSDKS) di Solo, Kamis (2/1) malam.

Hal itu dikatakan Gibran saat ditanya soal komitmen terhadap partai jika tidak mendapat rekomendasi dari PDIP.


Ia mengaku siap bekerja keras jika mendapatkan rekomendasi dari DPP. Namun, Gibran akan tetap berjuang di PDIP jika rekomendasi jatuh ke tangan calon lain.

"Kan sudah pegang KTA (Kartu Tanda Anggota). Harus komitmen ke partai," katanya.

Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo mengaku tak gentar bersaing dengan Gibran di Pilwalkot Solo 2020.Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo mengaku tak gentar bersaing dengan Gibran di internal PDIP untuk pencalonan di Pilwalkot Solo 2020. (CNN Indonesia/ Damar)
Gibran juga menegaskan tidak akan kembali ke dunia bisnis jika gagal menjadi Walikota Solo. Semua urusan bisnis sudah diserahkan kepada adiknya sejak dia aktif ke dunia politik. Namun, ia menduduki posisi komisaris di perusahaan yang dirintisnya.

"Kalau tidak dapat rekomendasi saya tetap di politik. Tapi saya kan punya anak istri. Butuh makan. Jadi ya saya tetap jadi komisaris tapi tidak aktif pegang perusahaan," ucapnya.

Tanpa menyebut angka, pemilik usaha kuliner Markobar itu mengaku selama ini telah banyak mengeluarkan uang untuk menggalang dukungan dari masyarakat.

Uang itu digunakan untuk operasional blusukan yang gencar dilakukan beberapa bulan terakhir. Ia menyadari uang itu tidak akan kembali karena digunakan untuk kepentingan politis.

"Ya biasa keluar uang banyak. Biasa saja. Saya nothing to lose lah," aku dia.

Visi Misi

Terlepas dari itu, Gibran mengaku tetap bersiap untuk pencalonan tersebut. Salah satunya adalah menyiapkan visi misi. Namun, ia masih enggan membeberkannya ke publik.

[Gambas:Video CNN]
"Visi misi dan program unggulan nanti saja. Belum waktunya," kata dia.

Ia mengaku sudah menyiapkan visi misi sebelum mendaftar ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jawa Tengah awal Desember lalu. Visi misi itu dipaparkan di depan tim seleksi saat fit and proper test di tempat yang sama.

"Yang penting satu bendel visi misi sama syarat-syarat lain sudah saya tumpuk ke DPD. sudah saya paparkan juga," katanya.

Diketahui, Gibran aktif blusukan ke kampung-kampung dalam beberapa bulan terakhir. Ia mengaku setidaknya blusukan di tiga titik dalam sehari menggalang dukungan untuk menjaring aspirasi dari masyarakat secara langsung.

Usulan dan masukan dari masyarakat itu nantinya akan ditambahkan ke visi misi jika ia mendapat rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP. Diketahui, surat rekomendasi calon kepala daerah itu sendiri ditandatangani oleh Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal.

"Paling nanti saya ubah-ubah sedikit kalau mau mendaftar ke KPU. Tapi itu nanti saja, wong belum tentu mendapat rekomendasi," katanya.

(syd/arh)