Andi Arief: Seharusnya Anies Tak Membantah Jokowi Soal Banjir

CNN Indonesia | Jumat, 03/01/2020 15:08 WIB
Andi Arief mengatakan dulu Jokowi pernah berbeda pendapat dengan SBY soal penyaluran dana BLT. Menurutnya, itu tidak perlu terjadi lagi saat ini. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dinilai sebaiknya tidak membantah argumen Presiden Jokowi soal banjir (Yohannie Linggasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief mengatakan bahwa kepala daerah sebaiknya tidak melawan kepala negara atau presiden. Ketimbang beradu argumen, lebih baik bekerja sama mengatasi banjir.

Andi bicara demikian menyikapi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang membantah argumen Presiden Jokowi soal penyebab banjir. Anies tidak sepakat ketika Jokowi menyebut penyebab banjir saat ini adalah sampah yang menumpuk akibat dibuang sembarangan.

"Apakah kepala daerah boleh melawan kepala negara? Seharusnya tidak. Pak Anies melawan kesimpulan Pak Jokowi soal sampah penyebab banjir," ucap Andi melalui pesan singkat, Jumat (3/1).


Andi lalu menyinggung gelagat Jokowi saat masih menjadi Wali Kota Solo 2008 lalu. Dia mengatakan bahwa dulu Jokowi pernah berbeda pendapat dengan Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait penyaluran dana bantuan langsung tunai (BLT).

Namun, menurutnya itu tidak perlu terjadi lagi. Hal yang perlu dilakukan saat ini adalah sinergi antara semua pihak yang berkepentingan. Dengan demikian, banjir bisa teratasi dan warga yang terdampak lekas mendapat bantuan.

"Dulu, Pak Jokowi walikota sempat melawan Pak SBY soal penyaluran BLT. Sebaiknya pemerintah kompak, kita akhiri semua hal buruk yang pernah ada," imbuhnya.

Banjir melanda sejumlah wilayah di Jabodatebek dan Banten sejak Rabu (1/1). Tidak sedikit warga yang mengungsi. Korban jiwa pun berjatuhan.
[Gambas:Video CNN]
Presiden Jokowi menyebut banjir kali ini disebabkan beberapa hal. Di antaranya kerusakan ekologi dan kebiasaan masyarakat yang masih suka membuang sampah sembarangan.

"Karena ada yang disebabkan kerusakan ekosistem, kerusakan ekologi yang ada. Tapi juga ada yang memang karena kesalahan kita yang membuang sampah di mana-mana. Banyak hal," kata Jokowi di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (2/1).

Pernyataan Jokowi itu dibantah oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dia memberi contoh wilayah yang tidak terdapat banyak sampah namun tetap terdampak banjir, yakni Bandara Halim Perdana Kusuma di Jakarta Timur.

"Halim itu setahu saya enggak banyak sampah. Tapi, bandaranya kemarin tidak bisa berfungsi. apakah ada sampah di bandara? Rasanya tidak. Tapi, Bandara Halim kemarin tidak bisa digunakan," kata Anies di Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (2/1).

Menurut Anies, perlu ada pengecekan kembali jika sampah disebut sebagai dalang banjir kali ini. Anies lebih suka mengutip informasi BMKG yang menyebut banjir diakibatkan oleh cuaca ekstrem.

"BMKG datanya menunjukkan tempat dengan volume air hujan yang tinggi, di situ ada banjir yang ekstrem," kata Anies.
(bmw/bmw)