Anies Belum Mau Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir

CNN Indonesia | Jumat, 03/01/2020 20:55 WIB
Anies Belum Mau Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau tempat pengungsian di rusun Rawa Buaya, Jakarta Barat, 3 Januari 2020. (CNN Indonesia/ Priska Sari Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku belum berencana menetapkan status tanggap darurat atas banjir yang terjadi di ibu kota sejak 1 Januari 2020. Anies menunggu instruksi dari pemerintah pusat terkait penetapan status tanggap darurat tersebut.

"Kita akan tunggu resmi. Status darurat itu punya konsekuensi yang tidak sederhana. Sebelum kita dengar resmi kita enggak akan komentar," ujar Anies usai meninjau titik banjir di kawasan Teluk Gong, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (3/1).

Sejauh ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan ada 62.443 jiwa akibat banjir di Jakarta. BNPB merilis data tersebut pada Kamis lalu (2/1).


Banjir juga terjadi di sejumlah wilayah Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah menetapkan status gawat darurat untuk Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Indramayu.

Namun, berbeda dengan Anies. Dia menilai banyak hal yang harus dipertimbangkan jika ingin menetapkan status tanggap darurat. Terlebih banjir di sejumlah wilayah saat ini telah surut.

Bahkan, menurutnya, Jakarta Barat sebagai salah satu wilayah yang paling terdampak banjir juga telah surut sejak pagi tadi.

"Sebenarnya bisa kita lihat tanggal 1, 2, 3 Januari itu mulai surut. Insyaallah nanti Sabtu-Minggu kita yakin jauh lebih sedikit tempat yang ada genangan, maka proses rehabilitasi bisa cepat," katanya.

[Gambas:Video CNN]
Dalam kunjungan ke titik banjir di kawasan Teluk Gong, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Anies juga menyerahkan bantuan langsung kepada pengungsi menggunakan perahu karet.

Ia terjun langsung ke dalam air setinggi sekitar satu meter. Anies mengatakan, kawasan tersebut masih terendam banjir sejak 1 Januari 2020.

Mantan Mendikbud itu memastikan kebutuhan bagi para pengungsi telah tercukupi. Sementara ini warga di kawasan Teluk Gong mengungsi di gedung Yayasan Al Muhajirin dan di sekolah.

"Ini tempat paling ujung utara. Pesisir, selama air masih mengalir ke sini genangannya masih tinggi. Proses pemompaan di ujung itu bekerja terus untuk menarik air dari kawasan ini," ucap Anies.

BNPB menyatakan 62.443 penduduk Jakarta mengungsi akibat banjir yang melanda sejak Rabu lalu (1/1). Mereka tersebar di 302 titik pengungsian.

Terkait status tanggap darurat, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyarankan agar pemerintah daerah menggunakan pos anggaran belanja tak terduga (BTT) dalam APBD untuk mengatasi banjir di wilayah masing-masing.

BTT itu bisa digunakan jika pemda yang bersangkutan sudah menetapkan status tanggap darurat. Hal tersebut sudah dilakukan oleh Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.
(psp/bmw)