Anies: Tanggul Latuharhari Mulai Ada Rembesan Air

CNN Indonesia | Sabtu, 04/01/2020 22:57 WIB
Gubernur DKI mengatakan rembesan air di tanggul Latuharhari harus segera diantisipasi agar tak terjadi banjir Sudirman-Thamrin seperti pada 2013 lalu. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat mengunjungi terdampak banjir di kawasan Kampung Pulo, 2 Januari 2020. (CNN Indonesia/ Tiara)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan tanggul di Jalan Latuharhari, Jakarta Pusat mulai terjadi rembesan air. Ia khawatir jika rembesan itu tak segera ditangani, bisa menimbulkan kerusakan seperti 2013 lalu hingga akhirnya banjir besar menjangkau Sudirman-Thamrin kala itu.

"Di tempat itu [tanggul Latuharhari] pada hari Rabu (1/1) kemarin mulai ada rembesan. Kita ingat pernah terjadi kerusakan di tempat itu [2013] dan efeknya luar biasa," kata Anies di Jakarta, Sabtu (4/1) seperti dilansir Antara.

Oleh karena itu, kata Anies, Jumat malam pihaknya sudah melakukan penambahan penguatan sehingga diharapkan semuanya bisa aman tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Dan kami berharap justru dengan adanya langkah-langkah itu, kita terhindar dari bencana lebih besar. Tetapi kita lihat tadi permukaan air sudah jauh lebih rendah sekarang," ujar Anies.

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Juaini Yusuf mengatakan tanggul Latuharhari dan sungai yang melintasinya termasuk dari 13 kawasan sungai yang lebih besar jadi tanggung jawab pemerintah pusat.

"13 sungai besar itu tanggung jawab pemerintah pusat. Sementara Pemprov sisanya yang kecil," kata Juaini saat dihubungi.

Diketahui, akibat hujan deras sejak 31 Desember 2019 malam hingga 1 Januari 2020 pagi, menyebabkan banjir di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) serta ribuan orang harus mengungsi.

Anies: Tanggul Latuharhari Mulai Ada Rembesan AirWarga perumahan Wisma Tajur, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang mulai membersihkan rumah yang terendam banjir, 3 Januari 2020. (CNN TV/ Iman D Nugroho)
KBM Hari Pertama Sekolah Pascabanjir

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan yakin kegiatan belajar mengajar (KBM) sekolah setelah libur panjang berjalan normal meski beberapa wilayah masih terdampak banjir awal tahun baru.

"InsyaAllah (KBM) hari Senin normal di Jakarta," kata Anies di SMA 8 Jakarta, Sabtu petang.

Anies menyebut sebanyak 211 sekolah berbagai tingkat pendidikan dan di lima wilayah kota, namun kini 208 sekolah sudah tidak tergenang dan sedang dalam pembersihan.

"Masih ada tiga sekolah yang tergenang sekarang. Tapi saya yakin Senin bisa beroperasi. Barang-barang yang berisiko sudah diamankan ke lantai atasnya. Memang ada yang harus dibersihkan dan harus diganti. Tapi secara umum tertangani dan lantai atasnya insyaallah bisa beroperasi," ujar Mantan Mendikbud tersebut.

Selain itu, guna menanggulangi dampak banjir, Anies berencana mengadakan kerja bakti membantu warga korban banjir di 311 kelurahan. Rencananya, Anies akan menerjunkan 117 ribu petugas dalam kerja bakti tersebut.

"Untuk mempererat rasa kebersamaan dan ini dialami oleh warga Jakarta. Walau pun kawasan cuma 15 persen, yang 85 persen bebas banjir. Kami ajak semua Membantu lokasi yang cepat terjadi banjir," kata Anies, Sabtu (4/1).

Rencananya, kerja bakti akan diadakan pada Minggu (5/1) mulai pukul 6.00 pagi sampai 11 siang. Upaya itu dilakukan, menurutnya, agar proses pembersihan pascabanjir berlangsung cepat.

"Besok kami akan menyelenggarakan kerja bakti bersama untuk mengajak seluruh warga bersama aparat pemerintah, TNI dan Polri untuk bekerja di tempat-tempat yang kemarin tergenang," katanya.

[Gambas:Video CNN]
Dalam kesempatan yang sama, Anies mengklaim penanganan banjir di Jakarta kini hanya tersisa 3 persen. Angka itu diukur dari penurunan jumlah Rumah Warga (RW) yang terdampak banjir sejak Rabu (2/1) lalu.

Menurutnya, jumlah itu turun bertahap, dari semula 390 RW pada Kamis (2/1), menjadi 133 RW pada Jumat (3/1), dan terakhir, per Sabtu (4/1) hanya tiga persen atau hanya tersisa 64 RW.

"Sekarang masih terus dalam proses penyurutan air. Kami bersyukur pengendaliannya berjalan dengan cepat. Tadi kami inspeksi ke beberapa lokasi terutama sekolah-sekolah bisa berfungsi kembali Senin esok," katanya.


(Antara, thr/kid)