TGUPP Anies Sebut Basuki Ngawur soal Normalisasi Sungai

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 04/01/2020 18:37 WIB
TGUPP Anies Sebut Basuki Ngawur soal Normalisasi Sungai Banjir merendam kawasan Jalan Jatinegara Barat, Kampung Pulo, Jakarta, Kamis (2/1/2020). (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta, Muslim Muin, menyebut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono ngawur dengan konsep normalisasi untuk menanggulangi banjir.

Menurut Muslim, menangkal banjir tak cukup dengan memperlebar sungai seperti yang diucapkan Basuki. Namun, kata dia, sungai juga harus diperdalam.

"Pak Menteri tuh ngawur, benar ngawur, Pak Basuki tuh ngawur. Tidak cukup diperlebar, dia juga harus diperdalam. Kalau hanya diperlebar, air dari DKI bisa masuk enggak ke kali dia kalau sedimentasi terus-menerus?" kata Muslim dalam satu diskusi di posko pengungsian Bidara Cina, Jakarta, Sabtu (4/1).


Muslim berpendapat normalisasi sungai bukan solusi tepat. Dia mengaku sebagai orang yang melarang Anies menggunakan konsep normalisasi.


Menurut Pakar Hidrodinamika ITB itu normalisasi malah akan menambah masalah banjir di Jakarta. Bahkan ia menyebut normalisasi sungai akan menghancurkan Jakarta.

"Sudah semua ke sungai, ditambah lagi ini harus dipompa kan? Di hilirnya akan meluap. Dijamin, kalau kemarin dinormalisasi, hancur Jakarta, 24 April kalau dinormalisasi, hancur Jakarta," tuturnya.

TGUPP Anies Sebut Basuki Ngawur soal Normalisasi SungaiNomor darurat siaga bencana banjir. (CNNIndonesia/Basith Subastian)
Dia menyesalkan konsep naturalisasi sungai yang diusung Anies menjadi bahan olok-olokan. Padahal menurut Muslim, banjir bisa ditangkal dengan meresapkan air hujan ke tanah. Ia menyebutnya menangkap hujan.

"Yang penting bagaimana mengurangi muka air ini, apa itu? Kita tangkap hujannya di sini, misalnya di sini. Kalau sudah enggak hujan, keluarin pelan-pelan (ke selokan atau sungai)," ujar dia.


Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Gubernur Anies Baswedan saling bantah terkait penyebab banjir Jakarta pada Rabu (1/1) lalu. Basuki menyoroti normalisasi yang belum sepenuhnya dilakukan di Sungai Ciliwung.

"Mohon maaf Bapak Gubernur [Anies], selama penyusuran kali Ciliwung ternyata sepanjang 33 kilometer itu yang sudah ditangani dinormalisasi 16 km. Di 16 km itu kita lihat insyaallah aman dari luapan," kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Anies menepis pernyataan Basuki. Ia berpendapat normalisasi sungai tidak akan berfungsi dalam kaitannya menghadapi banjir jika tidak ada pengendalian air dari daerah di selatan Jakarta.

"Jadi, selama air dibiarkan dari selatan masuk ke Jakarta dan tidak ada pengendalian dari selatan, maka apapun yang kita lakukan di pesisir termasuk di Jakarta tidak akan bisa mengendalikan airnya," kata Anies.


[Gambas:Video CNN] (dhf/pmg)