"Di tahun 2020 ini kami sudah menjadi keputusan untuk tidak ada lagi mahar," kata Suharso di Kantor DPP PPP, Jakarta, Sabtu (4/1).
Meskipun begitu, Suharso mengatakan PPP ingin diberi kewenangan oleh para calon kepala daerah untuk menjalankan strategi memenangkan Pilkada 2020. Suharso mengatakan wewenang ini agar PPP bukan hanya mengusung tetapi mengusung secara efektif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebelumnya berencana mengevaluasi pilkada langsung yang telah digelar sejak tahun 2005 karena banyak menimbulkan kerugian alih-alih keuntungan.
Pasalnya, dana besar dihabiskan para calon lebih karena untuk uang mahar pencalonan dan biaya kampanye. Biaya politik yang terlalu tinggi dari pilkada langsung membuat banyak kepala daerah berpotensi melakukan korupsi dan diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Strategi Hadapi PT 5 Persen
Pada kesempatan itu pun Suharso mengatakan partainya bersiap-siap menghadapi ambang batas parlemen alias parliamentary threshold dari 4 persen menjadi 5 persen pada Pemilu 2024.
Suharso mengatakan untuk menyukseskan partainya kelak, maka persiapan dimulai dari lapisan akar rumput. Suharso mengatakan akan memperbanyak jaringan bawah.
"Jadi tidak lagi elitis yang lebih banyak di tingkat atas itu kita akan lebih memperbanyak dari bawah," ujar Suharso di Kantor DPP PPP, Jakarta, Sabtu (4/1).
Suharso mengatakan dampak dari strategi tersebut akan memperlebar struktur organisasi ke bawah. Contohnya, Suharso mengatakan akan menghidupkan kembali jabatan komisaris hingga korlap.
"Jadi kalau akar serabut kan melebar kemana-mana dan mungkin sampai dulu kita masih ada komisaris-komisaris korlap, penguasa-penguasa TPS ada dulu yang menjadi pelatih supervisi untuk para saksi-saksi akan hidupkan kembali," katanya.
"Jadi ya sepanjang itu lima persen PPP akan menerimanya dan kami tahu konsekuensinya kalau itu lima persen seperti apa," katanya.
[Gambas:Video CNN]
Lebih lanjut Suharso juga mengatakan pihaknya akan mempersiapkan generasi-generasi muda di partai PPP untuk peremajaan partai demi menghadapi Pemilu 2024.
Akan tetapi, Suharso mengatakan pihaknya juga akan tetap mengurus generasi 'tua' agar tetap bisa mengambil suara generasi 'tua'.
"Kalau ada milenial di dalem kita juga ingin merebut (pemilih) milenial yang di luar itu pasti dengan cara-cara yang milenial," ujar Suharso.