Firli: Sejak 2017, Baru Kemarin Bisa Ungkap Kasus Novel

CNN Indonesia | Selasa, 07/01/2020 02:22 WIB
Ketua KPK Firli Bahuri, yang merupakan polisi aktif, memuji Polri yang mengungkap kasus penyiraman air keras pada Novel Baswedan yang terjadi pada 2017. Ketua KPK Firli Bahuri dan para komisioner KPK beretemu Kapolri Idham Azis di Mabes Polri, hari ini. (CNN Indonesia/Ryan Hadi Suhendra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Kapolri Jenderal Idham Azis lantaran telah menangkap pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

Hal itu diungkapkannya saat mengunjungi Mabes Polri, Senin (6/1) siang. Firli saat itu turut didampangi empat komisioner KPK lainnya, yaitu Alexander Marwata, Nurul Ghufron, Nawawi Pomolango, dan Lili Pintauli Siregar.

"Tentu kami ingin menyampaikan apresiasi secara langsung kepada jajaran kepolisian karena sekian lama sejak tahun 2017 baru kemarin Kapolri dengan tim khususnya bisa mengungkap kasus penganiayaan terhadap anggota pegawai KPK atas nama Novel [Baswedan]," ujar Firli di Mabes Polri, Jakarta, Senin (6/1).


"Dan ini kami sampaikan langsung dengan niat bahwa kami harus sampaikan langsung kepada Kapolri," sambungnya.

Kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan terjadi di dekat kediamannya di Jakarta pada April 2017. Beragam tim sudah dibentuk untuk menyelidikinya, berbagai janji dilontarkan Jokowi dan Polri untuk mengungkap kasus itu.

[Gambas:Video CNN]
Jelang akhir tahun 2019 atau 2,5 tahun pasca-kejadian, polisi mengaku menangkap dua tersangka penyerangan air keras terhadap Novel Baswedan. Keduanya merupakan Polri aktif berinisial RM dan RB.

"Pokoknya anggota Polri yang kami amankan. Sedang kami periksa. Jadi masih belum bisa kami sampaikan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Argo Yuwono di Jakarta, Jumat (27/12).

Ia mengklaim dua pelaku ini ditangkap, bukan menyerahkan diri, di kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Saat ini, Novel Baswedan telah memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya untuk diperiksa sebagai korban dalam kasus tersebut.

Firli: Sejak 2017, Baru Kemarin Bisa Ungkap Kasus NovelFoto: CNN Indonesia/Fajrian
(ryn/arh)