Moeldoko soal Banjir: Jangan Saling Menyalahkan

CNN Indonesia
Senin, 06 Jan 2020 22:53 WIB
KSP Moeldoko meminta Pemprov DKI, Jawa Barat, dan Banten duduk bersama untuk mencari solusi dan pencegahan banjir ketimbang saling menyalahkan. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut perlu ada pertemuan antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten di Jabodetabek untuk mengantisipasi potensi banjir ke depan. Ketiga provinsi harus duduk bersama ketimbang saling menyalahkan perihal banjir yang menerjang di Jabodetabek.

Moeldoko mengatakan sudah seharusnya Pemprov DKI, Jabar, dan Banten melakukan pertemuan untuk membahas penanganan banjir yang sewaktu-waktu bisa kembali terjadi. Pertemuan ini harus dilakukan dengan pelaksanaannya diinisiasi oleh Pemerintah Pusat.

"Memang perlu adanya pertemuan tiga provinsi itu yang diinisiasi bisa oleh pusat, bagaimana memikirkan secara integrasi diantara daerah penyangga ini untuk kepentingan ke depan," kata Moeldoko usai rapat koordinasi terkait kenaikan iuran BPJS Kesehatan di Gedung Kemenko PMK, Jakarta, Senin (6/1).


Lagi pula, Moeldoko menambahkan, banjir yang menerjang Jakarta dan beberapa wilayah lain di Jabodetabek ini memang disebabkan oleh berbagai hal. Bencana ini tak hanya disebabkan oleh keadaan di Jakarta tetapi disebabkan juga oleh berbagai hal yang juga terjadi di luar Jakarta.

Dia pun meminta agar setiap wilayah yang saat ini terdampak tak menyalahkan satu sama lain. Alih-alih itu, ketiga Pemprov ini justru harus duduk bersama untuk memikirkan langkah ke depan demi antisipasi bencana serupa.

"Jangan lagi nanti saling menyalahkan, karena banjir yang mungkin kejadiannya seperti saat ini. Nah itu langkahnya adalah bagaimana mengintegrasikan langkah ke depan. Karena persoalan banjir di Jakarta tidak bisa dilepaskan dari luar Jakarta. Itu intinya," kata dia.

[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, Kepala Pusat Meteorologi Publik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Fachri Radjab mengatakan potensi hujan lebat masih menghantui kawasan Jabodetabek sampai pekan depan.

Pasalnya, wilayah Jabodetabek saat ini belum memasuki puncak musim hujan. Dengan demikian, masih ada potensi hujan yang lebih deras dalam beberapa hari ke depan.

Diketahui, banjir menerjang sejumlah wilayah di Jabodetabek setelah hujan deras sepanjang malam pergantian tahun kemarin. Ketinggian permukaan banjir bervariasi, namun Bekasi disebut-sebut menjadi yang paling parah. (tst/osc)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER