Anies Sebut 697 Warga Jakarta Masih Mengungsi Pulang Pergi

CNN Indonesia | Selasa, 07/01/2020 18:12 WIB
Anies Sebut 697 Warga Jakarta Masih Mengungsi Pulang Pergi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan jumlah pengungsi korban banjir di Jakarta sudah menurun drastis. (CNN Indonesia/Daniela)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan jumlah pengungsi korban banjir di Jakarta sudah menurun drastis. Adapun jumlah awal pengungsi per 2 Januari 2020 sebanyak 36.445 orang yang mengungsi di 247 titik pengungsian.

"Hari ini, titik pengungsian tinggal tujuh dan masih ada 697 orang yang berada di tempat pengungsian," kata Anies di Jakarta, Selasa (7/1).

Anies mengatakan kini masyarakat tidak lagi mengungsi selama 24 jam. Masyarakat hanya mengungsi untuk beristirahat usai membersihkan rumahnya masing-masing.


"Tempat pengungsian itu lebih berfungsi sebagai tempat mereka beristirahat karena sesudah hari ketiga, air surut, mereka pulang ke rumah, membersihkan rumahnya, lalu makan, ganti, istirahat, di tempat pengungsian," ujarnya.

"Jadi perlu saya sampaikan bahwa ada, tapi bukan seperti pengungsian kalau gempa bumi, bencana longsor, di mana mereka tidak bisa ke mana-mana. Ini lebih seperti tempat istirahat, posko istirahat," lanjut dia.

Anies Sebut 697 Warga Jakarta Masih Mengungsi Pulang PergiSejumlah warga terdampak banjir yang terjadi di Bina Warga, Rawajati, terlihat mengungsi di posko pengungsian terdekat, Jakarta, Rabu, 1 Januari 2020. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Di tempat yang sama Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menjelaskan prediksi cuaca sepekan ke depan akan turun hujan dengan intensitas lebat. Adapun daerah yang terkena hujan lebat ialah Sumatera bagian selatan, seluruh Pulau Jawa, kemudian Bali.

Kemudian hampir seluruh Nusa Tenggara Barat dan Timur, serta Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

"Artinya hampir merata di seluruh wilayah Indonesia. Namun, intensitas yang tinggi dengan probabilitas 90 persen pada tanggal 8 Januari diprediksi dapat terjadi di Banten bagian barat," ujarnya.

Dengan prediksi itu, Dwikorita mengatakan Banten juga harus tetap waspada, bukan hanya Jakarta. Kemudian juga di Jawa Tengah bagian tengah dan barat, Gorontalo yang intensitasnya bisa mencapai 50-100 milimeter di tanggal 8-9 Januari.

"Nah, untuk tanggal 9-10 intensitas tinggi dengan probabilitas 90 persen lebih diprediksi terjadi di wilayah Jawa Barat, terutama bagian tengah dan barat. Jadi meluas. Tadinya hanya di Banten barat, itu 8-10. Jadi mohon tetap diwaspadai," ujarnya.


[Gambas:Video CNN] (ctr/pmg)