Menhub Tegur Garuda Terkait Pilot 'Tahan' Penumpang

Priska Sari Pratiwi, CNN Indonesia | Rabu, 08/01/2020 06:02 WIB
Menhub Tegur Garuda Terkait Pilot 'Tahan' Penumpang Menhub Budi Karya Sumadi menegur Garuda Indonesia terkait 'penahanan' yang dilakukan pilot mereka terhadap penumpang. CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memperingatkan PT Garuda Indonesia (Persero) agar memperbaiki layanan. Peringatan diberikan menyusul insiden penumpang yang ditahan pilot di lounge Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan publik, menurut Budi, Garuda seharusnya mengutamakan kepuasan pelanggan.

"Kami sudah memberi peringatan ke Garuda, ini kan berkaitan dengan pelayanan. Sebagai satu regulator, kami minta pada para operator mempersiapkan tim yang punya dasar customer satisfaction yang bagus," ujar Budi saat ditemui di kantor wakil presiden, Jakarta, Selasa (7/1).


Seorang penumpang kelas bisnis Garuda Indonesia bernama Jessica di akun Twitter pribadinya mengeluh. Jessica mengaku mendapat perlakuan tak menyenangkan dari salah satu pilot maskapai tersebut.

Kejadian itu bermula ketika pesawat akan mendarat, salah satu anak Jessica ingin buang air besar. Lantaran hendak mendarat, suami Jessica yang akan menemani anaknya buang air besar dilarang ke toilet pesawat.

Suami Jessica pun sempat kesal dan mengumpat. Umpatan itu didengar awak kabin hingga dilaporkan ke pilot pesawat.

Ia dan keluarganya sempat ditahan di lounge bandara karena dianggap menghina maskapai Garuda. Petugas yang menahan Jessica itu pun mengklaim diperintahkan oleh pilot pesawat Garuda.

Budi mengatakan, pihak Garuda semestinya mengutamakan kepuasan pelanggan dalam melayani penumpang. Hal itu, kata dia, telah menjadi syarat mutlak bagi perusahaan yang bertugas melayani publik. Jika tidak, hal itu akan menimbulkan masalah seperti yang dialami Jessica.

"Kalau operator tidak siapkan customer satisfaction, ini akan bermasalah," katanya.

Ada pun, Budi menyarankan agar pihak Garuda melakukan islah atau berdamai dengan penumpang yang merasa dirugikan tersebut. Ia sendiri mengapresiasi langkah Garuda yang telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

"Jadi saya harap Garuda islah dengan customer itu dan jadikan ini suatu pelajaran yang mahal dan tidak boleh terjadi hal-hal seperti ini," tutur Budi.

[Gambas:Video CNN]

(agt)