Bom Tas di Bengkulu Diduga Terkait Pemilihan Kepala Desa

CNN Indonesia | Sabtu, 11/01/2020 14:16 WIB
Bom Tas di Bengkulu Diduga Terkait Pemilihan Kepala Desa Ilustrasi lokasi bom meledak (Istockphoto/D-Keine)
Jakarta, CNN Indonesia -- Keberadaan tas berisi bom yang meledak diduga berkaitan dengan pemilihan kepala desa Padang Serunai, Kecamatan Semidang Alas, Kabupaten Seluma, Bengkulu. Bom tersebut melukai seorang warga bernama Halidin (60), ayah dari kepala desa setempat.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bengkulu Ajun Komisaris Besar Sudarno mengatakan bahwa proses pemilihan kepala desa di Desa Padang Serunai, Kecamatan Semidang Alas, Kabupaten Seluma, Bengkulu memang sempat mengalami masalah beberapa waktu yang lalu.

Namun, masih banyak kemungkinan lain yang melatarbelakangi keberadaan bom di dalam tas yang meledak di depan rumah warga di Desa Padang Serunaian tersebut. Sudarno berkata polisi tengah mendalami seluruh kemungkinan tersebut.


"Memang sebelumnya ada permasalahan pemilihan kepala desa, namun kami masih dalami semua kemungkinan penyebab ledakan itu," kata Sudarno lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (11/1).

Ia menyampaikan bahwa bom yang meledak berdaya ledak rendah. Menurutnya, polisi tidak melihat kerusakan terjadi di sekitar tempat kejadian perkara atau TKP.

"Kalau ledakan, low explosive, karena tidak ada kerusakan di TKP," katanya.

Bom yang berada di dalam tas meledak di depan rumah Kepala Desa Padang Serunai, Kecamatan Semidang Alas, Kabupaten Seluma, Bengkulu. Ledakan terdengar sekitar pukul 06.40 WIB, Sabtu (11/1).

Kedua kaki Halidin (60), ayah dari kepala desa yang juga tinggal satu rumah, terluka akibat ledakan tersebut. Dia kini dirawat di rumah sakit tak lama setelah terkena ledakan.

"Korban dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu," tutur Sudarno.

Mulanya, Halidin membuka pintu rumah di pagi hari. Dia lalu mendapati sebuah tas. Saat mengecek, tiba-tiba tas tersebut meledak.

Warga yang mendengar langsung berhamburan ke luar rumah. Sejauh ini, sejumlah personel kepolisian berjaga di sekitar lokasi kejadian.

[Gambas:Video CNN] (mts/bmw)