Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bengkulu Ajun Komisaris Besar Sudarno mengatakan bahwa proses pemilihan kepala desa di Desa Padang Serunai, Kecamatan Semidang Alas, Kabupaten Seluma, Bengkulu memang sempat mengalami masalah beberapa waktu yang lalu.
Namun, masih banyak kemungkinan lain yang melatarbelakangi keberadaan bom di dalam tas yang meledak di depan rumah warga di Desa Padang Serunaian tersebut. Sudarno berkata polisi tengah mendalami seluruh kemungkinan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyampaikan bahwa bom yang meledak berdaya ledak rendah. Menurutnya, polisi tidak melihat kerusakan terjadi di sekitar tempat kejadian perkara atau TKP.
Kedua kaki Halidin (60), ayah dari kepala desa yang juga tinggal satu rumah, terluka akibat ledakan tersebut. Dia kini dirawat di rumah sakit tak lama setelah terkena ledakan.
"Korban dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu," tutur Sudarno.
Mulanya, Halidin membuka pintu rumah di pagi hari. Dia lalu mendapati sebuah tas. Saat mengecek, tiba-tiba tas tersebut meledak.
Warga yang mendengar langsung berhamburan ke luar rumah. Sejauh ini, sejumlah personel kepolisian berjaga di sekitar lokasi kejadian.