"Saya sampaikan, saya enggak mau kemudian saya punya nafsu, mohon maaf di dalamnya ada nafsu kekuasaan. Itu yang saya enggak mau karena itu berat," kata Risma kepada wartawan di sela Rakernas I PDIP di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Sabut (11/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Risma tak ada gunanya menjadi gubernur atau presiden bila masih ada rakyat yang miskin.
"Secara fisik misalkan Surabaya tamannya bagus, udaranya bersih, enggak banjir. Itu kan secara fisik. Padahal di dalam selalu saya katakan bahwa kota atau wilayah itu bukan kata benda. Di dalamnya ada manusianya yang harus juga di-openi," kata dia.
Nama Risma memang cukup populer di Jakarta. Dia kerap menghiasi pemberitaan media ibu kota. Secara politik, Risma juga diincar sejumlah partai di tingkat pusat, untuk dibawa ke Jakarta.
[Gambas:Video CNN]
Keinginan memboyong Risma untuk maju di Pilgub Jakarta, salah satunya diungkapkan oleh Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta, Bestari Barus. Ia terang-terangan mengaku kepincut dengan cara Risma mengelola Surabaya.
Lalu, Politikus PDI Perjuangan Komarudin Watubun menyebut Risma berpeluang besar maju di Pilgub DKI 2022. Ia menyebut Risma merupakan salah satu kader terbaik PDIP yang telah memiliki prestasi selama memimpin Kota Surabaya. (rzr/wis)