Risma Soal Maju Pilgub DKI: Saya Tak Mau Ada Nafsu Kekuasaan

CNN Indonesia | Sabtu, 11/01/2020 18:43 WIB
Risma Soal Maju Pilgub DKI: Saya Tak Mau Ada Nafsu Kekuasaan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. (CNN Indonesia/ Ramadhan Rizki Saputra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyatakan menyerahkan masa depan politiknya kepada Tuhan, termasuk soal kemungkinan dirinya maju di pemilihan gubernur DKI Jakarta 2022 mendatang. Ia mengklaim tak ingin memiliki nafsu kekuasaan.

"Saya sampaikan, saya enggak mau kemudian saya punya nafsu, mohon maaf di dalamnya ada nafsu kekuasaan. Itu yang saya enggak mau karena itu berat," kata Risma kepada wartawan di sela Rakernas I PDIP di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Sabut (11/1).

"Makanya saya enggak mau mikir, siapapun yang minta saya ketawa dan lepas," ujar dia lagi.


Risma mengklaim menjalani hidupnya dengan cara mengalir. Tidak ada ambisi jabatan yang diinginkan meski tahun depan sudah tidak lagi menjabat orang nomor satu di Surabaya.

Menurut Risma tak ada gunanya menjadi gubernur atau presiden bila masih ada rakyat yang miskin.

Jabatan politik disebut Risma adalah tugas berat. Ia berkaca pada pengalamannya memimpin Kota Surabaya selama hampir 10 tahun terakhir ini. 

Risma menyebut pembangunan infrastruktur di Surabaya cukup pesat, namun ia mengaku masih mendapatkan laporan banyak warganya tak bisa sekolah.

"Secara fisik misalkan Surabaya tamannya bagus, udaranya bersih, enggak banjir. Itu kan secara fisik. Padahal di dalam selalu saya katakan bahwa kota atau wilayah itu bukan kata benda. Di dalamnya ada manusianya yang harus juga di-openi," kata dia.

Nama Risma memang cukup populer di Jakarta. Dia kerap menghiasi pemberitaan media ibu kota. Secara politik, Risma juga diincar sejumlah partai di tingkat pusat, untuk dibawa ke Jakarta.

[Gambas:Video CNN]
Keinginan memboyong Risma untuk maju di Pilgub Jakarta, salah satunya diungkapkan oleh Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta, Bestari Barus. Ia terang-terangan mengaku kepincut dengan cara Risma mengelola Surabaya.

"Apakah ibu Risma mau kita boyong ke Jakarta dalam waktu dekat? Masalah sampah ini bisa terselesaikan kalau di pilkada yang akan datang Bu Risma pindah ke Jakarta," kata Besari saat melakukan studi banding di Balai Kota Surabaya, Senin (29/7).

Lalu, Politikus PDI Perjuangan Komarudin Watubun menyebut Risma berpeluang besar maju di Pilgub DKI 2022. Ia menyebut Risma merupakan salah satu kader terbaik PDIP yang telah memiliki prestasi selama memimpin Kota Surabaya. (rzr/wis)