Ketua KPU Sebut Wahyu Tak Persoalkan Harun, Cuma Minta Jawab

CNN Indonesia | Jumat, 17/01/2020 05:00 WIB
Ketua KPU Sebut Wahyu Tak Persoalkan Harun, Cuma Minta Jawab Ketua KPU Arief Budiman mengaku hanya menghubungi PDIP soal PAW, dan tak mengontak Harun Masiku. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman membantah pernah menghubungi langsung kader PDIP Harun Masiku terkait proses pergantian antar-waktu (PAW). Pihaknya hanya mengabari PDIP terkait penolakan PAW tersebut.

"Enggak, saya enggak pernah menghubungi orang per orang," kata dia kepada wartawan di Kantor KPU, Jakarta, Kamis (16/1).

Arief menjelaskan Wahyu memang memintanya untuk segera menghubungi PDIP terkait PAW itu. Wahyu menyebut ada praktik makelar, sehingga KPU perlu segera menegaskan sikap mereka.


Akhirnya, KPU mengirim surat ke PDIP untuk menegaskan penolakan mereka terhadap usulan Harun Masiku menggantikan caleg terpilih dari PDIP Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia.

"Secara umum dia (Wahyu) mengatakan ini banyak anu lah, apa ya saya lupa juga istilahnya, apakah makelar atau yang lainnya saya lupa, banyak yang ikut," tuturnya.

[Gambas:Video CNN]
"Kalau substansinya kan dia (Wahyu) tidak pernah mempersoalkan [soal PAW Harun]. Yang dia sampaikan pada saya yang penting dijawab secepatnya," lanjut Arief.

Sebelumnya, Wahyu menyebut nama Ketua KPU Arief Budiman dalam sidang pemeriksaan dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu terkait pergantian antarwaktu Anggota DPR RI Fraksi PDIP.

Wahyu menyebut pernah meminta Arief membuat penegasan bahwa KPU menolak pengajuan PAW dari PDIP. Sebab, ia merasa ada oknum yang melakukan praktik makelar dalam proses PAW tersebut.

"Karena gelagatnya tidak enak, saya bilang ke ketua, 'Ketua, kalau Ketua bisa berkomunikasi dengan Harun, tolong disampaikan bahwa permintaan PDIP melalui surat tidak mungkin bisa dilaksanakan, kasihan Harun'," ucap Wahyu dalam sidang yang digelar DKPP di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (16/1).

(dhf/arh)