Banyak Proyek Infrastruktur, Anies Minta Utamakan Keselamatan

CNN Indonesia | Jumat, 17/01/2020 17:46 WIB
Banyak Proyek Infrastruktur, Anies Minta Utamakan Keselamatan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan pihaknya akan melakukan pengawasan rutin terhadap para pekerja proyek di ibu kota. Hal ini tak lepas dari menjamurnya proyek infrastruktur di Jakarta belakangan ini, mulai dari konstruksi bangunan seperti trotoar, jalan hingga jembatan.

Selama ini banyak terjadi kecelakaan kerja pada proyek-pyoek infrastruktur. Karena itu Anies meminta para perusahaan dan pekerja untuk lebih mengutamakan keselamatan di lapangan.

"Saya garis bawahi di sini, bahwa apapun yang dikerjakan dalam proyek apapun, dalam kegiatan apapun, keselamatan dan kesehatan adalah prioritas yang utama," kata Anies dalam acara peringatan Bulan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di GOR Sumantri, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (17/1).


Anies mengungkapkan keselamatan kerja menjadi tanggung jawab bersama. Baik pekerja, perusahaan dan pemerintah harus sama-sama andil dan bertanggungjawab dalam menekan angka keselamatan bekerja.

"Semua yang menyangkut resiko harus diantisipasi bersama oleh pekerja, oleh pengusaha, oleh pemerintah. Sehingga semua resiko terindentifikasi dan bisa dicegah dan tidak menjadi kecelakaan atau ancaman membahayakan kesehatan bagi pekerja," ungkap dia.


Dari pidato Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah yang dibacakan Anies, tercatat pada tahun 2018 telah terjadi 157.313 kasus kecelakaan kerja dan sepanjang Januari hingga September 2019 terdapat 130.923 kasus. Angka ini merujuk pada angka nasional data yang dimiliki oleh Badan Pusat Statistik.

"Hal ini juga menunjukkan terjadinya penurunan kasus kecelakaan kerja sebesar 26,40 persen. Termasuk dalam kategori kecelakaan kerja adalah kecelakaan lalu lintas pada perjalanan pekerja menuju tempat kerja, dari tempat kerja menuju tempat tinggal," ungkap Anies.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Energi DKI Jakarta Andriyansyah menambahkan, di Jakarta sendiri untuk tahun 2018 tercatat ada 744 kecelakaan kerja yang terjadi. Dari angka ini, Dinas Ketenagakerjaan mengambil langkah dengan turut mengawasi sejak sebelum proyek dimulai.


"Jadi tidak hanya di bulan K3 saja, tapi pada saat proyek atau pekerjaan sebelum dimulai kita selalu hadir untuk lakukan penyuluhan agar menekan angka kecelakaan," ujar Andri.

"Kalau kita hadir setelah proyek selesai ya susah, jadi sejak awal pengawasan turut dilakukan," lanjut dia.

Sejauh ini ada sekitar 71.754 perusahaan di Jakarta yang sudah masuk daftar status wajib lapor. Puluhan ribu perusahaan ini memiliki total pekerja sebanyak 1.871.102 orang.

[Gambas:Video CNN] (ctr/osc)