Kecelakaan Bus Grup Posyandu Depok di Ciater Akibat Rem Blong

CNN Indonesia | Minggu, 19/01/2020 14:16 WIB
Kecelakaan Bus Grup Posyandu Depok di Ciater Akibat Rem Blong Ilustrasi kecelakaan bus di kawasan Ciater Subang. (Detikcom/Muklis Dinillah)
Bandung, CNN Indonesia -- Kecelakaan bus pariwisata PO Purnamasari menewaskan delapan orang usai terguling di turunan jalan raya Bandung-Subang, Desa Palasari, Kecamatan Ciater. Bus yang ditumpangi rombongan kader Posyandu dari Depok itu diduga lepas kontrol akibat rem blong.

Dari semua korban meninggal itu, sebanyak 7 orang di antaranya adalah perempuan. Sedangkan satu pria yang turut menjadi korban meninggal dunia adalah sopir bus pariwisata PO Purnamasari.

"Betul, sopir bus meninggal dunia. Jumlah korban meninggal delapan, 10 luka berat dan 20 luka ringan," kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Saptono Erlangga, Minggu (19/1).

Kecelakaan bus terguling itu terjadi pada Sabtu (18/1) pukul 17.15 WIB. Bus bernomor polisi E 7508 W itu oleng di turunan Palasari, dari arah Bandung.


Bus pariwisata tersebut diketahui membawa penumpang dari tempat wisata Tangkuban Perahu untuk pulang ke Depok. Polisi menduga bus tersebut mengalami rem blong.

"Bus datang dari arah Bandung menuju arah Subang. Sewaktu menempuh jalan menurun, kendaraan melaju tidak terkendali saat melintas jalan menikung kiri melaju lurus keluar dari badan jalan. Sehingga menyebabkan bus terguling miring kanan tepatnya di bahu jalan sebelah kanan jalan dari arah Bandung-Subang," ujar Saptono.

Para korban meninggal dunia dan luka berat telah dievakuasi ke Rumah Sakit Ciereng Subang. Sedangkan korban luka ringan dibawa ke Puskesmas Palasari dan Jalan Cagak. Selebihnya dirawat di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI).

Puluhan luka dirawat rumah sakit

RSUI kini merawat 33 korban yang selamat dari kecelakaan bus di Subang yang ditumpangi para kader Posyandu Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat.

"Para pasien tersebut sudah tiba dan sedang ditangani oleh tim medis RSUI," kata pimpinan Humas RSUI Kinanti kepada Antara di Depok, Minggu.

Ia mengatakan para korban selamat tersebut akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di RSUI. Tim kesehatan RSUI akan melakukan triase di Instalasi Gawat darurat (IGD) terlebih dahulu untuk melihat kondisi korban.

"Jika ada indikasi akan dilakukan penanganan lebih lanjut dan berkoordinasi dengan sistem penanggulangan pasien gawat darurat (SPGDT) Kota Depok," katanya.

Ia mengatakan tim kesehatan RSUI dan sarana prasarana yang dibutuhkan telah disiapkan, termasuk apabila dibutuhkan tindakan pembedahan.

Kecelakaan lalu lintas tunggal atas bus yang membawa rombongan pariwisata kader posyandu, warga Kota Depok, di Kampung Nagrok, Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Sabtu (17/1).

"Direksi dan Staf RSUI turut berduka atas terjadinya musibah tersebut," katanya.

Dalam kecelakaan tersebut, delapan korban meninggal dunia yang merupakan kader posyandu di wilayah Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, dishalatkan di Masjid Assobariyah Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat.

Wali Kota Depok Mohammad Idris mengucapkan duka yang mendalam terhadap peristiwa yang menewaskan delapan orang warga Depok dan puluhan lainnya luka berat, sedang, dan ringan.

"Saya yakin ada hikmah atas peristiwa tersebut dan kita harus iklas menerimanya," katanya.

Sebelum diserahkan kepada pihak keluarga, Wali Kota Depok Idris melakukan shalat jenazah terlebih dahulu, kemudian korban yang meninggal diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Pemerintah Kota Depok mengirimkan sembilan mobil jenazah dan 15 mobil ambulans untuk membantu membawa jenazah dan korban luka-luka akibat kecelakaan bus itu.

"Kami langsung mengirimkan bantuan berupa mobil jenazah dan ambulans serta juga mobil Elf untuk membantu korban kecelakaan tersebut," kata Kadishub Depok Dadang Wihana.
[Gambas:Video CNN]
Berikut identitas para korban meninggal dunia kecelakaan bus di Subang.

1. Dede Purnama, (41), warga Kampung Cikuda Rt. 35/16 Kec. Gunung Putri Kab. Bogor (sopir).

2. Maria Khristina Khrisniaty, (42), warga Kp. Blok Citayam Ds. Bojong Pondok Terong Kec. Cipayung Kota Depok.

3. Maya Susilawati, (43), warga Jl. Bakung raya No. 129 Rt. 02/04 Kel. Depok Jaya Kec. Pancoran Mas Kota Depok.

4. Fitriyah Mahri, (57), warga Kp. Bojong bambon No. 72 Rt. 06/05 Kel. Bojong Pondok terong Kec. Cipayung Kota Depok.

5. Riri Apriyanti, (37), warga Kp. Pondok Tirta Mandala Blok Q-3 No. 13 Rt. 04/17 Kec. Cilodong Kota Depok.

6. Diah Larasati, (51), warga Pos Citayam No. 7 Rt. 04/12 Kel. Bojong Pondok Terong Kec. Cipayung Kota Depok.

7. Nahruyati, (57), warga Kp. Bojong No. 29 Rt. 05/02 Ds. Pondok Terong Kec. Cipayung Kota Depok.

8. Eni Indriyani, (46), warga Kp. Pala Bali No. 26 Rt. 07/06 Kel. Pondok Terong Kec. Cipayung Kota Depok.

(htg/gil)