"Belum kalau beli [jet Prancis], Kan kalau apa namanya melihat kan boleh. Masa [melihat aja] enggak boleh? Kan belum tentu beli," kata dia di Gedung Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (22/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam Rapat Pimpinan Kemenhan 2020, Trenggono juga menjelaskan dia bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto selama 2020 ini akan fokus memperkuat sistem pertahanan Indonesia.
Wamenhan Sakti Wahyu Trenggono, yang merupakan mantan Bendahara TKN Jokowi-Ma'ruf. membuka Rapim Kemenhan 2020. (CNN Indonesia/ Feri Agus Setyawan) |
"Mengingat tahun ini adalah awal tahun masa pemerintahan periode lima tahunan," kata Trenggono saat menyampaikan sambutan.
Oleh karena itu kata dia, koordinasi dan sinergitas antar satuan kerja, antar Kementerian dan Lembaga juga harus dilakukan secara intens.
Trenggono juga mendorong pengembangan industri pertahanan nirmiliter, khususnya yang menyangkut pangan, energi, dan kesehatan.
"Kalau, misalnya, pangannya lemah, kita enggak ada pangan, kita gimana? Itu kan jadi bagian dari ketahanan juga," katanya.
[Gambas:Video CNN]
Wamenhan menegaskan bahwa pengembangan industri pertahanan dalam negeri berpeluang diarahkan untuk mendukung kebutuhan postur pertahanan nirmiliter.
Rapat Pimpinan Kemenhan 2020 sendiri dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Pertahanan, di kompleks Gedung Kemhan, Jakarta Pusat, Rabu (22/1).
Rapim ini dihadiri oleh seluruh pejabat Eselon 1 dan II di lingkungan Kementerian Pertahanan serta pejabat perwakilan dari Mabes TNI, Mabes AD, AU dan AL.
Sebelumnya, Pemerintah RI dilaporkan tertarik membeli 48 jet tempur Dassault Rafale dan empat kapal selam Scorpene buatan Prancis.
Kabar itu dilaporkan surat kabar lokal La Tribune mengutip sumber Kementerian Pertahanan Prancis.
(tst/arh)
Wamenhan Sakti Wahyu Trenggono, yang merupakan mantan Bendahara TKN Jokowi-Ma'ruf. membuka Rapim Kemenhan 2020. (