Wamenhan soal Jet Tempur Rafale: Belum Tentu Beli

CNN Indonesia | Kamis, 23/01/2020 09:35 WIB
Wamenhan soal Jet Tempur Rafale: Belum Tentu Beli Kemenhan menyebut masih melihat-lihat jet tempur Rafale buatan Prancis. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan pihaknya belum bisa memastikan soal pembelian jet tempur asal Prancis, Rafale. Pihaknya masih fokus merealisasikan program yang belum dijalankan.

"Belum kalau beli [jet Prancis], Kan kalau apa namanya melihat kan boleh. Masa [melihat aja] enggak boleh? Kan belum tentu beli," kata dia di Gedung Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (22/1).

Dia juga mengaku tengah melakukan evaluasi terkait sistem pertahanan yang dijalankan sepanjang tahun 2019.


"Jadi kita seluruhnya kita evaluasi. Yang ada yang enggak jalan, kita jalanin. Misalnya, pesawatnya yang belum bisa terbang kita terbangkan, dan seterusnya. Jadi [mengevaluasi] seluruh dari tiga aspek itu; aspek darat, laut, udara," kata dia.

Dalam Rapat Pimpinan Kemenhan 2020, Trenggono juga menjelaskan dia bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto selama 2020 ini akan fokus memperkuat sistem pertahanan Indonesia.

Wamenhan Sakti Wahyu Trenggono membuka Rapim Kemenhan 2020.Wamenhan Sakti Wahyu Trenggono, yang merupakan mantan Bendahara TKN Jokowi-Ma'ruf. membuka Rapim Kemenhan 2020. (CNN Indonesia/ Feri Agus Setyawan)
Terlebih, 2020 adalah tahun yang cukup krusial dalam aspek pertahanan negara. Pihaknya akan menyusun berbagai kebijakan dan produk strategis di bidang pertahanan negara.

"Mengingat tahun ini adalah awal tahun masa pemerintahan periode lima tahunan," kata Trenggono saat menyampaikan sambutan.

Oleh karena itu kata dia, koordinasi dan sinergitas antar satuan kerja, antar Kementerian dan Lembaga juga harus dilakukan secara intens.

"Kemhan selalu berupaya untuk mengembangkan industri pertahanan dalam negeri guna memenuhi kebutuhan alutsista TNI dan menunjang kemandirian Industri Pertahanan," kata dia.

Trenggono juga mendorong pengembangan industri pertahanan nirmiliter, khususnya yang menyangkut pangan, energi, dan kesehatan.

"Kalau, misalnya, pangannya lemah, kita enggak ada pangan, kita gimana? Itu kan jadi bagian dari ketahanan juga," katanya.

[Gambas:Video CNN]
Wamenhan menegaskan bahwa pengembangan industri pertahanan dalam negeri berpeluang diarahkan untuk mendukung kebutuhan postur pertahanan nirmiliter.

Rapat Pimpinan Kemenhan 2020 sendiri dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Pertahanan, di kompleks Gedung Kemhan, Jakarta Pusat, Rabu (22/1).

Rapim ini dihadiri oleh seluruh pejabat Eselon 1 dan II di lingkungan Kementerian Pertahanan serta pejabat perwakilan dari Mabes TNI, Mabes AD, AU dan AL.

Sementara itu, Prabowo Subianto baru dijadwalkan hadir di hari kedua Rapat Pimpinan yang digelar pada Kamis (23/1) bersama dengan Presiden Joko Widodo sekaligus menutup rangkaian kegiatan Rapim.

Sebelumnya, Pemerintah RI dilaporkan tertarik membeli 48 jet tempur Dassault Rafale dan empat kapal selam Scorpene buatan Prancis.

Kabar itu dilaporkan surat kabar lokal La Tribune mengutip sumber Kementerian Pertahanan Prancis.

(tst/arh)