Warga Bunuh Ular Weling yang Tewaskan Bocah di Bandung

CNN Indonesia | Kamis, 23/01/2020 17:14 WIB
Warga Bunuh Ular Weling yang Tewaskan Bocah di Bandung Warga membunuh ular weling yang menewaskan bocah di Bandung meski sudah disarankan menyerahkan hewan melata itu ke kebun binatang. (Foto: Istockphoto/undefined)
Bandung, CNN Indonesia -- Seekor ular berbisa menewaskan seorang anak bernama Andi Ramdani (11), warga Kelurahan Pasirjati, Kecamatan Ujung Berung, Kota Bandung, Jawa Barat. Usai peristiwa tersebut, warga membunuh ular berjenis weling atau bungarus candidus tersebut.

Pelaksana tugas (Plt) Camat Ujung Berung, Didin Dikayuana mengatakan, dirinya langsung mendatangi rumah korban pada Rabu (22/1). Didin mendatangi kediaman orang tua bocah, Diah (38) di RT 04 RW 09, pasca kematian sang bocah.

Didin mengatakan, ular yang menggigit Andi sempat diamankan oleh warga. Ular tersebut dimasukkan ke dalam plastik bening.


"Ularnya selebar ibu jari kaki dan panjangnya 1,5 meter," kata Didin saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (23/1).

Setelah mengetahui keberadaan ular weling tersebut, Didin menyarankan agar dievakuasi ke kebun binatang. Akan tetapi warga setempat meminta agar ular tersebut dimusnahkan.

"Atas permintaan warga disaksikan Babinsa dan Babinkantibmas, ular itu dimusnahkan karena mereka beralasan ditakutkan ada korban lagi. Warga juga yang membunuhnya," ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga melapor ke Dinas Kebakaran untuk menyisir rumah dan area dekat rumah untuk antisipasi jika ada ular lainnya.

"Memang datang satu regu. Setelah dilakukan penyisiran hasilnya nihil," ujarnya.

Atas kejadian serangan ular tersebut Didin meminta warga untuk tidak main-main dengan ular berbisa.

"Saya imbau tolong masyarakat hati-hati, jangan main-main sama ular, mau itu berbisa atau tidak," kata Didin.

Ular weling diketahui memiliki bisa yang mematikan. Korban yang terkena bisa ular jenis ini berakibat fatal hingga tingkat kematian yang tinggi.

Secara umum ular weling memiliki ciri-ciri fisik warna kulit hitam putih, sedangkan badannya berbentuk runcing. Biasanya ular berbisa ini berada di dekat sumber air, seperti sawah. Ular yang lebih aktif pada malam hari ini menyukai tikus sebagai makanan.

[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, Andi meninggal dunia akibat dipatuk seekor ular weling yang diketahui diberi seseorang sebagai 'mainan'.

Ibunda dari AR, Diah (38) menjelaskan peristiwa yang merenggut nyawa anaknya tersebut terjadi Rabu (22/1) sekitar pukul 08.30 WIB. Menurut dia, pada saat itu anaknya bermain dengan ular pemberian orang tak dikenal.

"Dapat ular dari orang tidak dikenal, bilangnya ularnya mau dijual," kata Diah, Kamis (23/1) seperti dikutip dari Antara.

Diah mengatakan, sebelumnya warga yang melihat juga sudah mengingatkan agar tidak main ular itu. Dia mengaku tidak mengetahui saat anaknya dipatuk ular tersebut.

"Di rumah AR bilang digigit ular di bagian jari tengah, kemudian sempat diberi penanganan dengan berikan air panas dan garam," kata dia.

Diah lantas membawa anaknya tersebut menuju rumah sakit terdekat yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ujung Berung. Namun sesampainya di Unit Gawat Darurat (UGD), menurutnya, dokter menyatakan anaknya sudah meninggal. (hyg/osc)