Ada 654 Zona Merah Narkoba di Indonesia, 117 di Jakarta

CNN Indonesia | Kamis, 23/01/2020 21:18 WIB
Ada 654 Zona Merah Narkoba di Indonesia, 117 di Jakarta Ilustrasi rilis kasus peredaran narkoba di Jakarta. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Brigjen Tagam Sinaga menyebut mengatakan ada 117 zona merah narkoba di Jakarta, dari 654 di seluruh pelosok Indonesia.

"Jadi ada 654 kawasan narkoba di seluruh Indonesia, Jakarta itu [punya] 117," ujar Tagam di Kantor BNNP Jakarta, Kamis (23/1).

Menurutnya hal tersebut terjadi karena DKI Jakarta memiliki pangsa pasar narkoba yang bagus. Ia menyebut saat ini DKI Jakarta menduduki peringkat satu dalam hal itu.


"Jakarta itu nomor 1 di seluruh Indonesia pasarnya, pangsa terbaik narkoba," ujarnya.

Selain itu, terbaru, Tagam menyatakan pihaknya telah meringkus empat pengedar narkoba dengan barang bukti 1005 gram sabu, Jumat (10/1) lalu. Mereka adalah jaringan peredaran narkoba Medan-Jakarta.

Ia menyebutkan motif penyelundupan dan pengedaran narkotika dalam kasus ini menggunakan jaringan sopir bus dan kenek.

"Jadi barang ini dari Medan, membawa beberapa kilogram, terus disetiap terminal di setiap kota, menurunkan 1-2 kilogram. Lalu terakhir di terminal bus Kampung Rambutan," ujar Tagam.

Ia memaparkan kronologi penyelidikan dimulai atas laporan pada (10/1) siang yang mengatakan ada aktivitas pengiriman narkoba dari Medan. Operasi pun segera dilakukan personel BNNP dengan menyisir bus jurusan Medan menuju Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur.

Hingga pukul 19.30 WIB berhasil meringkus dua pelaku dengan inisial JML dan SAS. Lalu, dilakukan penangkapan dua pelaku lain, NDR dan IHM, yang merupakan pengendali dalam pengedaran narkotika ini pada Sabtu (11/1).

Dalam kasus penangkapan kali ini, BNNP bekerja sama dengan BNN Provinsi Banten dan Provinsi Lampung.

[Gambas:Video CNN]
Kepala Bidang Pemberantasan BNNP DKI Jakarta, Kombes Budi Setiawan mengatakan jaringan pengiriman narkotika Medan-Jakarta ini sudah lama beroperasi.

"Intinya mereka sudah mengirim 4 kali, ini yang keempat kali," tuturnya.

JML, salah satu tersangka mengaku tidak tahu menahu soal total jumlah sabu yang akan ia bawa, ia mengaku hanya mendapatkan perintah untuk mengirim dan dijanjikan komisi Rp30 juta.

"Dikasih semua 30 [juta]. Tapi saya belum nerima uang cuma tiket pesawat yang baru dikasih, saya baru pertama kali [melakukan penyelundupan]," ujarnya.

Atas aksi pengedaran narkoba tersebut, empat tersangka diganjar dengan Pasal 114 ayat (2) Subsider Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

(khr/kid)