Kepala Kantor Bea Cukai Palembang Abdul Haris mengatakan, belasan ribu benih lobster tersebut ditemukan saat petugas Bandara SMB II Palembang tengah memeriksa barang yang hendak masuk bagasi check in lewat alat x-ray untuk maskapai Flyscoot TR 251 tujuan Singapura. Petugas curiga saat satu unit koper terdeteksi membawa wadah berisi cairan.
Saat diperiksa secara langsung, petugas menemukan 19 kantong plastik yang diisi air dan oksigen berisi belasan ribu benih lobster tersebut. Petugas mengecek bawaan tersebut terdaftar atas nama penumpang berinisial SN, warga negara Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Modusnya memang ini penyelundupan dengan cara menunggu di luar. Kalau lolos check in, baru dia ikut berangkat. Karena dia melihat barangnya dicek, makanya dia kabur," ujar Haris.
"Sumsel, khususnya Palembang memang sering jadi wilayah transit untuk penyelundupan barang ilegal. Modus ini sudah sering kita bongkar tapi para pelaku tidak pernah kapok mengulang," kata dia.
[Gambas:Video CNN]
Bea Cukai Palembang telah berkoordinasi dengan Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Palembang. Setelah dicek, seluruh benih lobster tersebut berjenis mutiara senilai Rp2,5 miliar. Benih lobster tersebut dilepasliarkan di perairan Pantai Harun Pesawaran, Lampung.
"Baby lobster hanya mampu bertahan dalam waktu tertentu, makanya segera kita koordinasikan agar segera dilepasliarkan. Untuk pemiliknya masih akan kita kejar," ujar dia. (idz/fea)