RSPI Sulianti Saroso Isolasi Satu Suspect Virus Corona

CNN Indonesia | Jumat, 24/01/2020 10:07 WIB
RSPI Sulianti Saroso mengisolasi satu suspect Virus Corona yang baru pulang dari China dengan gejala radang tenggorokan, flu, batuk. RSPI Sulianti Saroso mengisolasi satu suspect Virus Corona. (CNN Indonesia/Melani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso mengisolasi satu pasien terduga terjangkit Virus Corona. Orang yang diduga alias suspect virus ini diketahui telah bepergian ke wilayah China dan pulang ke Indonesia pada Rabu (22/1).

Gejala yang dialami terduga adalah demam di atas 38 derajat, radang tenggorokan disertai flu dan batuk.

"Ketika masuk RS sudah demam diatas 38 derajat, radang tenggorokan dan flu batuk," ujar Pompini Agustina, Pokja Penyakit Infeksi Emerging RSPI, Jumat (24/1).


Pihaknya mengatakan tengah melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui kondisi suspect. Dibutuhkan waktu 2-3 hari sampai penelitian selesai.

"Sudah masuk ruang isolasi dan saat ini sedang uji laboratorium untuk mengetahui lebih lanjut apa pasien benar-benar terkena Corona Virus atau tidak. Kita ambil sample dahak dan cairan dalam hidung untuk penelitian," katanya.

[Gambas:Video CNN]
Suspect saat ini masih dirawat di ruang isolasi sambil menunggu hasil laboratorium untuk penanganan lebih lanjut.

RSPI Sulianti Saroso mengaku sudah menyiapkan ruang isolasi untuk menangani kasus penyebaran infeksi korona.
RSPI Sulianti Saroso Isolasi Satu Suspect Virus CoronaRuang isolasi RSPI Sulianti Saroso. (CNN Indonesia/Melani)

Kamar isolasi dikatakan RSPI dinyatakan bebas dari penyebaran virus dan bakteri.

"Kami punya ruang isolasi berisi 11 kamar yang aman untuk pasien dan petugas, ruangan aman dari penyebaran virus karena tidak ada udara keluar, dipastikan steril," ujar Dyani Kusumowardhani, Direktur Medik dan Keperawatan RSPI.

RSPI juga menyiapkan sub spesialis infeksi yang siap menangani terduga pasien infeksi korona. Pihak rumah sakit mengimbau kepada warga yang baru saja bepergian dari wilayah endemik untuk memeriksakan kondisinya ke rumah sakit.

"Terutama jika baru saja pulang dari Cina, diharapkan memeriksakan kondisinya," katanya.

(mel/arh)