Kemenkes Siapkan RS, Bandara dan Pelabuhan Tangkal Corona

CNN Indonesia | Kamis, 23/01/2020 08:17 WIB
Kemenkes Siapkan RS, Bandara dan Pelabuhan Tangkal Corona Petugas Terminal Kedatangan Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, bersiap mengantisipasi wabah Virus Corona. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
Medan, CNN Indonesia -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meningkatkan kesiapan untuk mencegah dan menangani kemungkinan penyebaran Virus Corona atau Novel Coronavirus (nCov) ke wilayah Indonesia. Kemenkes telah menyiapkan rumah sakit hingga kantor kesehatan pelabuhan di bandara dan sejumlah pelabuhan.

"Kemenkes sudah menyiapkan semua daerah secara berjenjang dari provinsi, kabupaten/kota, rumah sakit, laboratorium, termasuk kantor kesehatan pelabuhan (KKP) yang ada di pintu masuk negara, baik itu dari bandara, pelabuhan maupun pos lintas darat negara," kata Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes R. Vensya Sitohang, di kantornya, Jakarta, Rabu (22/1) dikutip dari Antara.

Ia mengatakan Direktorat Jenderal Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Ditjen Fasyankes) Kemenkes telah mengingatkan 100 rumah sakit yang sudah ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan untuk penyakit infeksi emerging agar membuat kesiapan penanganan.


Pihaknya juga menyiapkan 860 set alat pelindung diri, 12.322 masker N95, dan 35 ribu health alert card.

Selain itu, Kemenkes juga mendukung perlindungan terhadap para petugas di pintu masuk negara dari kemungkinan penularan virus tersebut.

"Mereka juga harus dilindungi dengan berbagai alat, jangan sampai mereka menjaga negara, tetapi terkontaminasi," katanya.

Kemenkes sudah melakukan pemeriksaan di pintu masuk yang ada penerbangan langsung dari Tiongkok, baik melalui pergerakan darat, laut dan udara.

Kemenkes: RS, Bandara, Pelabuhan Bersiap Tangkal Virus CoronaFoto: CNNIndonesia/Basith Subastian
"Ini logistik sudah siap," katanya.

Terpisah, Kepala Subbagian Humas Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik, Sumatera Utara, Rosario Dorothy Simanjuntak menyatakan pihaknya telah menyiapkan tim medis khusus untuk mengantisipasi wabah ini, yakni Tim PINERE (Penyakit Infeksi New- Emerging dan Re-Emerging).

Tim medis tersebut bertugas menerima rujukan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Kualanamu maupun Pelabuhan Belawan.

"Untuk menyikapi adanya kemungkinan rujukan pasien corona virus, kita sudah punya Tim PINERE. Tim ini standby untuk menangani penyakit emerging seperti Mers-CoV, difteri dan lainnya," kata Rosa, di Medan, Rabu (22/1).

Menurut Rosa, RSUP Haji Adam Malik juga memiliki ruangan isolasi untuk merawat pasien. Akan tetapi, Rosa mengaku bahwa sejauh ini RSUP belum merawat pasien yang terinfeksi virus corona tersebut.

"Jadi kita sifatnya standby dan selalu siap karena timnya sudah ada. Tim ini berasal dari berbagai bidang disiplin ilmu kedokteran, tapi yang terbanyak dari spesialis penyakit dalam," jelasnya.

Rosa menambahkan masyarakat yang masuk ke wilayah Sumut melalui Bandara Kualanamu maupun Pelabuhan Belawan akan menjalani pemeriksaan melalui pengukur suhu tubuh yang di sana. Apabila suhu tubuhnya di atas 38° C maka petugas KKP melakukan pemeriksaan.

"Bila diduga membawa virus emerging seperti virus corona, Mers-CoV, SARS atau lainnya, maka akan langsung dirujuk ke RSUP Haji Adam Malik selaku rumah sakit rujukan utama. Karena KKP kan juga di bawah Kementerian Kesehatan, jadi pastinya akan dirujuk ke kita," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]
General Manajer PT Angkasa Pura II Bandara SMB II Palembang Fahroji mengatakan pihaknya mengaktifkan alat pendeteksi panas atau thermal scanner dan termometer inframerah di setiap pintu kedatangan internasional di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Pelabuhan Boom Baru Palembang, dan Sungai Lumpur, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Alat thermal scanner ini, kata dia, dapat mendeteksi suhu tubuh para penumpang yang datang dari luar negeri. Apabila penumpang terdeteksi memiliki suhu tubuh melebihi batas normal, pihaknya akan memeriksanya terlebih dahulu dan memasukkannya ke ruang isolasi sebelum diperbolehkan masuk ke Palembang.

"Alat ini sistemnya tracking, bukan mendeteksi per satu orang. Jadi thermal scanner ini nantinya menembak secara computerized dan langsung di-tracking. Sejak diwaspadai, hingga saat ini belum ada yang terdeteksi," ujar Fahroji, Rabu (22/1).

Sementara itu Kepala KKP Palembang Amelia berujar pintu kedatangan internasional di Palembang setiap harinya kedatangan penumpang dari Singapura dan Malaysia.

Thermal scanner, kata dia, sejauh ini selalu diaktifkan di pintu kedatangan internasional meskipun tidak ada kewaspadaan terhadap virus yang mewabah di negara lain.

Terpisah, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito Yogyakarta siap menjadi rujukan nasional untuk penanganan pasien yang diduga (suspect) terjangkit Virus Corona.

Kepala Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat (Hukmas) RSUP Dr. Sardjito, Banu Hermawan, menjelaskan pihaknya telah menyiapkan sekitar 200 orang khusus untuk penanganan pasien virus itu.

Pihaknya juga menyiapkan 87 ruangan khusus yang terpencar dan terbagi dalam tiga ring. Termasuk ruangan isolasi dengan teknologi tekanan negatif.

Petugas memantau suhu tubuh penumpang menggunakan alat pemindai suhu tubuh di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Internasional Soekarno Hatta. Tangerang, Rabu, 22Petugas memantau suhu tubuh penumpang menggunakan alat pemindai suhu tubuh di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Tangerang, Rabu (22/1).
"Teknologi tekanan negatif itu semacam inhouse tekanan tinggi yang bisa menyedot virusnya, kemudian dibuang ke atas dalam kondisi virus sudah mati," jelasnya.

RSUP Dr. Sardjito, lanjutnya, melakukan simulasi untuk penanganan pasien MERS-coV. Menurutnya, simulasi itu rutin dilakukan setiap 6 bulan sekali, ada maupun tidak ada kasus.

Sebelumnya, kasus virus Corona mulai diketahui merebak di Wuhan, China, Minggu (5/1). Sejauh ini, 17 orang dilaporkan meninggal akibat virus ini. Sebanyak 500 kasus virus corona sudah tercatat di China, dengan sebagian besarnya, yakni 444 orang, berada di Hubei.

Gejala penyakit ini terutama adalah demam karena radang di jaringan paru-paru, batuk kering atau berdahak, dan kesulitan bernapas.

Kasus virus ini sudah ditemukan di Korea Selatan, Jepang, Thailand, dan AS.

(fnr/idz/tri/arh)