Antisipasi Corona, Bandara Bali Pantau Penumpang Demam Tinggi

CNN Indonesia | Kamis, 23/01/2020 13:05 WIB
Antisipasi Corona, Bandara Bali Pantau Penumpang Demam Tinggi Petugas di Bandara I Gusti Ngurah Rai memantau suhu tubuh penumpang, Rabu (22/1). (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, akan memeriksa penumpang dari penerbangan internasional yang memiliki suhu tubuh 38 derajat Celcius (C) ke atas. Hal ini untuk mengantisipasi menyebarnya wabah Virus Corona ke Indonesia.

Kepala Bidang Upaya Kesehatan Lintas Wilayah Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Denpasar Putu Alit Sudarma mengatakan pihaknya akan memeriksa penumpang yang kedapatan memiliki suhu tubuh di atas 38 derajat C. Petugas kemudian memeriksanya di klinik bandara.

"Kalau ternyata hanya sakit biasa ya penumpang itu kami obati seperti biasa. Namun apabila mendeteksi bahwa penumpang itu menunjukkan gejala seperti penyakit yang sedang kami tangkal, maka akan langsung dirujuk ke RSUP Sanglah Denpasar untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut," kata dia, Kamis (23/1) dikutip dari Antara.


Pihaknya mengaku sudah memasang alat pemindai suhu tubuh atau thermal scanner di Terminal Kedatangan Internasional guna mendukung pemantauan wabah yang berasal dari China itu.

"Kami sudah bersiap melakukan pendeteksian penumpang untuk mengantisipasi virus yang berasal dari Kota Wuhan, China, ini sejak 4 Januari lalu, dan telah melakukan rapat koordinasi pencegahan dengan seluruh pemangku kebijakan bandara," kata Putut.

Bandara Ngurah Rai Pantau Penumpang Bersuhu 38 Derajat CFoto: CNNIndonesia/Basith Subastian
Setiap penumpang yang tiba di Terminal Kedatangan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, lanjutnya, akan melewati alat pemindai suhu tubuh.

"Gejala-gejala orang yang terduga terinfeksi virus ini salah satunya adalah demam tinggi. Itu yang dideteksi oleh alat ini," kata Putu Alit Sudarma.

Ia mengatakan petugas KKP sudah dilengkapi dengan alat pelindung diri dari penyakit ini.

"Saat ini petugas kami juga telah menggunakan alat pelindung diri yang paling sederhana yaitu masker. Tapi, kalau virus ini penyebarannya terus meningkat, kami juga telah menyiapkan baju pelindung khusus untuk para petugas yang bertugas di lapangan," ujar dia.

Senada, PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta sudah memasang alat pemindai suhu tubuh di terminal kedatangan internasionalnya.

"Kami sudah melakukan peningkatan pengawasan terhadap penumpang, khususnya yang tiba melalui pintu penerbangan internasional," kata General Manager GM PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta Agus Pandu Purnama.

Menurut dia, saat ini Bandara Internasional Adisutjipto melayani dua rute penerbangan internasional, yakni dari Kuala Lumpur dan Singapura.

"Seluruh penumpang yang datang akan diperiksa suhu tubuhnya. Di terminal kedatangan internasional telah tersedia alat body thermal scanner, apabila penumpang menunjukkan indikasi suhu tubuh tinggi akan kami karantina. Kalau berpotensi menularkan penyakit atau wabah menular akan kami rujuk ke RSUP Dr Sardjito," katanya.

[Gambas:Video CNN]
Ia mengatakan pihaknya melakukan kerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas IV Yogyakarta. Sesuai prosedur, semua penerbangan internasional akan diperiksa oleh petugas KKP.

"Pemeriksaan juga berlaku untuk kru pesawat. Semua harus melalui pemeriksaan dulu di pintu kedatangan internasional," katanya.

Pandu mengatakan prosedur tersebut juga berlaku untuk maskapai dengan diwajibkan untuk memberikan informasi soal penumpang sebelum tiba di bandara.

"Maskapai perlu menyerahkan dokumen General Declarator untuk menilai apakah terdapat penumpang sakit yang berpotensi menular," katanya.

Sebelumnya, Minggu (5/1). Sejauh ini, 17 orang dilaporkan meninggal akibat virus ini. Sebanyak 500 kasus virus corona sudah tercatat di China, dengan sebagian besarnya, yakni 444 orang, berada di Hubei.

Gejala penyakit ini terutama adalah demam karena radang di jaringan paru-paru, batuk kering atau berdahak, dan kesulitan bernapas.

Kasus virus ini sudah ditemukan di Korea Selatan, Jepang, Thailand, Makau, dan AS.

(Antara/arh)