Kepala Bidang Upaya Kesehatan Lintas Wilayah Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Denpasar Putu Alit Sudarma mengatakan pihaknya akan memeriksa penumpang yang kedapatan memiliki suhu tubuh di atas 38 derajat C. Petugas kemudian memeriksanya di klinik bandara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah bersiap melakukan pendeteksian penumpang untuk mengantisipasi virus yang berasal dari Kota Wuhan, China, ini sejak 4 Januari lalu, dan telah melakukan rapat koordinasi pencegahan dengan seluruh pemangku kebijakan bandara," kata Putut.
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian |
"Gejala-gejala orang yang terduga terinfeksi virus ini salah satunya adalah demam tinggi. Itu yang dideteksi oleh alat ini," kata Putu Alit Sudarma.
Ia mengatakan petugas KKP sudah dilengkapi dengan alat pelindung diri dari penyakit ini.
"Saat ini petugas kami juga telah menggunakan alat pelindung diri yang paling sederhana yaitu masker. Tapi, kalau virus ini penyebarannya terus meningkat, kami juga telah menyiapkan baju pelindung khusus untuk para petugas yang bertugas di lapangan," ujar dia.
Lihat juga:Setelah AS, Virus Corona Menyebar ke Makau |
"Kami sudah melakukan peningkatan pengawasan terhadap penumpang, khususnya yang tiba melalui pintu penerbangan internasional," kata General Manager GM PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta Agus Pandu Purnama.
Menurut dia, saat ini Bandara Internasional Adisutjipto melayani dua rute penerbangan internasional, yakni dari Kuala Lumpur dan Singapura.
"Seluruh penumpang yang datang akan diperiksa suhu tubuhnya. Di terminal kedatangan internasional telah tersedia alat body thermal scanner, apabila penumpang menunjukkan indikasi suhu tubuh tinggi akan kami karantina. Kalau berpotensi menularkan penyakit atau wabah menular akan kami rujuk ke RSUP Dr Sardjito," katanya.
[Gambas:Video CNN]
Ia mengatakan pihaknya melakukan kerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas IV Yogyakarta. Sesuai prosedur, semua penerbangan internasional akan diperiksa oleh petugas KKP.
"Pemeriksaan juga berlaku untuk kru pesawat. Semua harus melalui pemeriksaan dulu di pintu kedatangan internasional," katanya.
Pandu mengatakan prosedur tersebut juga berlaku untuk maskapai dengan diwajibkan untuk memberikan informasi soal penumpang sebelum tiba di bandara.
"Maskapai perlu menyerahkan dokumen General Declarator untuk menilai apakah terdapat penumpang sakit yang berpotensi menular," katanya.
Lihat juga:Tips Menghindari Infeksi Virus Corona |
Gejala penyakit ini terutama adalah demam karena radang di jaringan paru-paru, batuk kering atau berdahak, dan kesulitan bernapas.
Kasus virus ini sudah ditemukan di Korea Selatan, Jepang, Thailand, Makau, dan AS.
(antara/arh)
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian