Pesan Toleransi Imlek di Secarik Kertas Lukis

CNN Indonesia | Sabtu, 25/01/2020 20:35 WIB
Pesan Toleransi Imlek di Secarik Kertas Lukis Komunitas Lukis Cat Air (Kolcai) memanfaatkan momen Imlek kali ini untuk melukis bersama di Wihara Dharma Bakti. (CNN Indonesia/Thohirin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Vihara di Petak Sembilan dipenuhi pengunjung akhir pekan ini. Bukan hanya oleh warga Tionghoa yang hendak melakukan ritual sembahyang dan merayakan Tahun Baru Imlek.

Vihara juga ramai oleh mereka yang berkunjung untuk berwisata dan mengambil gambar melihat perayaan tersebut. Umumnya, para pengunjung di Wihara Petak Sembilan untuk mengambil gambar dan berswa foto.

Pantauan CNNIndonesia.com, hingga Sabtu (25/1) sore para pengunjung masih memadati Vihara Dharma Bakti dan Vihara Dharma Sakti di kawasan Petak Sembilan.


Tak hanya itu, momen Imlek  juga dimanfaatkan oleh salah satu komunitas lukis asal Jakarta, Komunitas Lukis Cat Air (Kolcai). Kolcai memanfaatkan momen Imlek kali ini untuk melukis bersama di Wihara Dharma Bakti.

Salah satu anggota komunitas, Elvin Emeraldo mengatakan kegiatan melukis bersama mereka dilakukan untuk menangkap pesan toleransi di Imlek kali ini. Maklum, perayaan Imlek tak hanya dihadiri warga Tionghoa, namun juga mereka yang hanya sekadar berwisata.

Menurutnya, pemandangan tersebut cukup menarik untuk dilukis. Pemandangan tersebut bisa melukiskan interaksi antar umat beragama yang harmonis dan menarik untuk digambar.

"Kalau kami perhatikan, kan ini bukan hanya etnis tertentu. Mengambil even ini, juga semua orang berbaur di sini," kata Elvin di Wihara, Sabtu (25/1).

Kolcai kata, Elvin sebenarnya tidak hanya memanfaatkan Imlek untuk melukiskan dan memberikan pesan toleransi melalui lukisan. Komunitasnya kadang juga memanfaatkan perayaan hari raya umat beragama lain untuk acara komunitas dan melukiskan toleransi di Indonesia.

"Ada pas bulan puasa on the spot di mana gitu. Jadi kami mengambil momen, yang ya, kalau kami bilang kita bertoleransi," imbuhnya.

Iwan Paul, anggota Kolcai yang lain menilai Vihara atau Klenteng adalah tempat eksotis. Oleh karenanya, ia turut bergabung di acara melukis bersama teman sekomunitasnya pada perayaan Tahun Baru Imlek kali ini.

"Vihara kan termasuk objek yang eksotis. Tapi ada kalanya kami mungkin bisa ngambil setting urban kayak gedung. Cuma kalau ini kan beda gitu," katanya.

Menurut kepercayaan warga Tionghoa Tahun Baru Imlek 2571 kali ini masuk dalam Tahun Tikus Logam. Humas Wihara Dharma Sakti Lucas Tjang mengatakan Tahun Tikus Logam bermakna sikap pekerja keras, gesit, dan ulet.

[Gambas:Video CNN]
Dengan sifat-sifat itu, ia berharap tahun ini menjadi tahun keberuntungan bagi warga keturunan Tionghoa di Indonesia.

"Jadi itu boleh dikata pasti memberi kesehatan berlimpah berkat rezeki dan keberuntungan yang berlimpah juga," tuturnya, Sabtu (25/1) (thr/agt)