170 Turis China Dijamu Istimewa Saat Warga Cemas Virus Corona

CNN Indonesia | Senin, 27/01/2020 07:21 WIB
170 Turis China Dijamu Istimewa Saat Warga Cemas Virus Corona Ilustrasi. Sambutan istimewa Pemprov Sumatera Barat terhadap kedatangan 170 turis asal China menuai polemik masyarakat di tengah status siaga penyebaran virus corona.(Foto: AFPTV)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sambutan istimewa Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terhadap kedatangan 170 turis asal China menuai polemik masyarakat di tengah status siaga penyebaran virus corona.

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit berkoordinasi dengan pihak agen wisata agar bisa mempercepat kepulangan ratusan turis dari China tersebut menyusul keresahan masyarakat atas penyebaran virus corona.

"Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan mengambil keputusan terkait wisatawan Asal Tiongkok yang berkunjung. Mengakibatkan gejolak Masyarakat. semoga keputusan yang akan diambil akan mewakili suara masyarakat," ujar Nasrul dalam keterangan resmi yang juga diunggah melalui akun Twitter pribadinya.





170 turis China asal Kunming tiba di Bandara Internasional Minangkabau di Padang, Sumatera Barat, Minggu (26/1). Mereka datang untuk tujuan wisata selama enam hari di tengah mewabahnya virus corona di Wuhan, Hubei, China.

Ratusan turis tersebut disuguhi tarian daerah disambut langsung oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan Sekda Sumbar Alwis di Bandara Internasional Minangkabau. Irwan mengatakan pihaknya melakukan berbagai upaya untuk mendatangkan wisatawan asing ke Sumbar.

Dilansir dari Antara, 174 turis asal China ini langsung diboyong ke ruang pemeriksaan untuk dicek dengan pemindai panas suhu tubuh atau thermal scanner.

PT Marawa Corporate dan Cocos Tour selaku agen biro perjalanan yang mendatangkan turis China ke Sumbar tersebut mengatakan kliennya tidak terjangkit virus corona.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Kabudayaan Kota Pariaman Alfian mengatakan para turis itu mengunjungi tiga objek wisata di Pariaman, yakni Rumah Tabuik, Pantai Gandoriah, dan Sekolah Tinggi Ilmu Beruk (STIB).

Usai dari STIB, ratusan turis China itu disuguhi kesenian silat dan atraksi beruk memetik kelapa. "Terakhir wisatawan dijamu makan siang di Rumah Dinas Wali Kota Pariaman," kata Alfian.

[Gambas:Video CNN]



Perlakuan istimewa Pemprov dan Pemda Sumbar terhadap ratusan wisatawan China tersebut rupanya mendapat penolakan dari sejumlah kalangan masyarakat. Pemerintah setempat dinilai tidak peka dengan kekhawatiran warga terhadap potensi penyebaran virus corona yang kini masuk status siaga di Indonesia sebagaimana yang telah diutarakan oleh Menteri Kesehatan Terawan.




Wagub Sumbar Nasrul Abit mengatakan pihaknya sudah menjalin koordinasi dengan pemerintah kota terkait menanggapi hal tersebut. Dia menegaskan kewenangan sektor pengembangan pariwisata di daerahnya sudah masuk agenda pemerintah pusat sehingga pihaknya tidak bisa serta-merta menolak kedatangan para wisatawan asal China tersebut.

Terlepas dari polemik tersebut, Nasrul memastikan seluruh fasilitas peralatan penunjang untuk mendeteksi atau mencegah virus corona yang ada di bandara dan rumah sakit di Sumbar dapat dioperasikan secara maksimal. Sehingga seluruh warga Sumatera Barat dapat dipastikan aman dari penularan wabah virus corona. (Antara/gil)