Kuliah di Wuhan, 21 Mahasiswa UNS Tak Terjangkit Virus Corona

CNN Indonesia | Senin, 27/01/2020 10:56 WIB
Kuliah di Wuhan, 21 Mahasiswa UNS Tak Terjangkit Virus Corona Antrean warga di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, Virus Corona. (Hector RETAMAL / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rektor Universitas Negeri Surabaya Prof Nurhasan menyatakan 21 mahasiswanya yang sedang kuliah di Kota Wuhan, China, dinyatakan tidak terinfeksi virus corona atau novel coronavirus (nCov) yang sedang mewabah di daerah tersebut.

"Semua di sana baik-baik saja. Mereka diimbau untuk tidak bepergian ke tempat-tempat keramaian dan seyogyanya berada di kampus sesuai prosedur pemerintah China," kata Nurhasan kepada wartawan di Surabaya, dikutip Antara, Senin (27/1).


Ia menjelaskan saat ini ada 21 mahasiswa Unesa yang sedang menempuh pendidikan di Central China Normal University (CCNU) di Kota Wuhan. Delapan di antaranya adalah mahasiswa Unesa yang mendapat beasiswa untuk belajar di CCNU.


Selain itu ada empat mahasiswa Unesa peserta program beasiswa satu semester, empat mahasiswa peserta program beasiswa dua semester, dan lima mahasiswa alumni Unesa yang sedang menempuh program S2 di universitas tersebut.

Nurhasan telah berkomunikasi dengan mahasiswa dan alumni Unesa yang belajar di Kota Wuhan. Dia mengatakan universitas tempat mereka belajar telah menggelar pengecekan khusus setiap malam. Tenaga medis pendamping juga bersiaga di setiap lantai kampus dan asrama bagi para mahasiswa.

"Saya rasa antisipasi penularan corona virus dari pihak kampus maupun Pemerintah China sudah cukup baik," katanya.


"Kami senantiasa berdoa agar mereka selalu baik-baik saja," ujarnya.

Infografis Wuhan Kota Sumber Virus Corona. (CNN Indonesia/Fajrian)
Ia berharap wabah virus corona di Wuhan bisa segera diatasi dan semua mahasiswa dari Unesa yang sedang belajar di kota itu bisa pulang ke Indonesia dalam keadaan sehat.

"Saya mendapat informasi bahwa izin tinggal mahasiswa yang menerima beasiswa satu semester akan habis pada 2 Februari," katanya.

China menyatakan jumlah korban meninggal akibat wabah virus corona bertambah hingga mencapai 80 orang per Senin (27/1).

Kematian terbaru dilaporkan berada di Provinsi Hubei, yakni sebanyak 24 orang. Sementara total kasus yang dikonfirmasi secara nasional naik tajam menjadi 2.744.

Dikutip dari AFP, Komisi Kesehatan Nasional China menyebut jumlah orang yang terinfeksi virus mematikan itu naik menjadi 769, setengah dari mereka ada di Hubei, di mana 461 dari mereka dalam kondisi serius.

Komisi Kesehatan Hubei mengungkapkan penularan terpantau tetap berasal dari ibu kota Provinsi Hubei, Wuhan. Saat ini, Wuhan dan sejumlah kota lain di provinsi Hubei telah dikarantina, termasuk menutup akses transportasi.


[Gambas:Video CNN] (Antara/pmg)