Jokowi: Kita Sudah Waspada dan Siaga Hadapi Virus Corona

CNN Indonesia | Senin, 27/01/2020 16:13 WIB
Jokowi: Kita Sudah Waspada dan Siaga Hadapi Virus Corona Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Biro Pers Istana Kepresidenan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo menyatakan sikap waspada dan siaga menghadapi persebaran virus corona dari Wuhan, China. Pasalnya, sejumlah negara di Asia Tenggara telah mengkonfirmasi masuknya virus tersebut.

Hal ini disampaikan Jokowi melalui akun Twitter @Jokowi yang dicuitkan pada Senin (27/1) pagi.




"Beberapa negara Asia Tenggara telah mengonfirmasi masuknya virus korona. Kita pun sudah waspada dan siaga," ujar Jokowi.

Langkah mencegah masuknya virus corona, kata Jokowi, pemerintah telah menyiapkan 135 alat pengukur suhu tubuh atau thermo scanner di 135 pintu masuk Indonesia.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan 100 rumah sakit rujukan untuk merawat pasien yang terjangkit gejala virus corona.

"Sebanyak 135 thermo scanner telah diaktifkan di 135 pintu masuk Indonesia, dan 100 rumah sakit rujukan sudah kita siapkan untuk pasien dengan gejala terjangkit virus ini," ucapnya.

Dalam cuitannya, Jokowi juga mengunggah sebuah poster yang menjelaskan tentang gejala dan pencegahan virus corona. Gejala itu di antaranya yakni demam, batuk, pilek, dan gangguan pernapasan.

[Gambas:Video CNN]

Sementara untuk pencegahan di antaranya setiap orang harus mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker bila batuk atau pilek, dan tidak mengonsumsi daging yang tidak memasak .

Dalam poster tersebut juga mengingatkan agar siapa pun yang akan pergi ke China, selalu menggunakan masker ketika di kerumunan orang, tidak ke pasar hewan, dan segera menghubungi petugas kesehatan jika mengalami gangguan pernapasan di China.

Seperti diketahui, China menyatakan jumlah korban meninggal akibat wabah virus corona bertambah hingga mencapai 80 orang, Senin (27/1).

Kematian terbaru dilaporkan berada di Provinsi Hubei, yakni sebanyak 24 orang. Sementara total kasus yang dikonfirmasi secara nasional naik tajam menjadi 2.744.

Dikutip dari AFP, Komisi Kesehatan Nasional China menyebut jumlah orang yang terinfeksi virus mematikan itu naik menjadi 769, setengah dari mereka ada di Hubei, di mana 461 dari mereka dalam kondisi serius.
(psp/ain)