Anak Buah Anies Klaim Revitalisasi Monas Tambah Ruang Hijau

CNN Indonesia | Selasa, 28/01/2020 00:26 WIB
Anak Buah Anies Klaim Revitalisasi Monas Tambah Ruang Hijau Proyek revitalisasi Monumen Nasional (Monas). Kepala Seksi UPK Monas, Irfal Guci, menyebut revitalisasi Monas justru menambah ruang terbuka hijau (RTH). (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Seksi Pelayanan Informasi Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas Irfal Guci menyebut bahwa revitalisasi Monas tidak akan mengurangi ruang terbuka hijau (RTH) di kawasan tersebut, revitalisasi justru akan menambah RTH.

Hal ini ia sampaikan saat Ketua DPRD DKI Jakarta beserta anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta meninjau lokasi revitalisasi Monas, Senin (27/1).

"Sebenarnya konsep RTH tidak akan mengurangi, malah meningkatkan, walaupun di situ ada pengurangan yang dijadikan plaza, tapi kan ada ruangan di IRTI yang akan dihijaukan, lebih luas," kata dia, Senin (27/1).

Namun, ia tidak menjelaskan lebih detail, berapa persen luas RTH yang akan bertambah dengan adanya revitalisasi tersebut. Selain itu, kata dia, pohon-pohon yang ditebang untuk revitalisasi juga akan ditambah 3 kali lipat.

"Kalaupun ada pemotongan 191 pohon, nambahnya tiga kali lipat. Tempatnya dimana saja, di IRTI, di Lenggang. Penambahan pohon kan penambahan luas RTH-nya juga," kata dia.

Lebih jauh, ia menjelaskan, dalam proyek revitalisasi Monas, UPK monas bertanggung jawab sampai pelaksanaan sayembara taraf desain dan visual, sedangkan proses perumusan detail engineering design (DED) dan pelaksanaan, diamanatkan kepada Dinas Citata DKI Jakarta.

[Gambas:Video CNN]

"Dari 191 (yang ditebang) ada yang kecil, sedang, besar, yang sedang itu dibawa oleh Sudin Kehutanan. Data saya tidak hafal, yang kecil, memungkinkan dipindah," jelas dia

Revitalisasi Monas sebelumnya juga mendapat teguran dari Ketua DPR RI Puan Maharani dan DPRD DKI Jakarta.

Saat melakukan tinjauan, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengatakan proyek revitalisasi monas melenceng dari konsep awal dari Pemprov DKI ketika proses penganggaran di DPRD DKI.

"Awalnya konsepnya kan memperbaiki, membuat bagus, menata, ini kan bukan menata, pohon dipotong-potong, dipindahkan," kata Prasetio, Senin

Ia mengaku kaget melihat situasi dan kondisi langsung di lapangan, sebab ada beberapa lokasi lahan yang dilapisi beton. Menurut dia, daerah Monas merupakan daerah ring satu yang menjadi daerah serapan, dan berdasarkan Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah DKI, monas adalah ruang hijau.


"Saya melihat kenapa ini bawahnya dibeton padahal ini adalah daerah serapan yang tidak boleh dibuat apa-apa. Kalau seperti ini pasti saya enggak akan kasih (anggaran)," kata dia.

"Ada satu pelanggaran fungsi awal, yang mungkin nanti saya akan panggil para pihak untuk menjelaskan ini, kalau tidak saya berhentikan," lanjut dia.


(yoa/ayp)