Kepala Pos SAR Meulaboh, Dwi Hetno, membenarkan bahwa kapal tersebut saat ini pasang jangkar di perairan Aceh Barat dan tidak diizinkan merapat ke pelabuhan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Informasi dari mereka, karena mati mesin tapi dibajak juga di Somalia, tapi ini masih kita selidiki lagi," kata Dwi saat dihubungi dari Banda Aceh, Selasa (28/1).
Pihak SAR akan menyelidiki lebih lanjut ke 14 warga negara Iran tersebut.
"Pengakuan mereka mencari ikan tapi mereka juga dibajak di Somalia. Kata mereka (kerja) nelayan, tapi mencurigakan juga, tidak ada tanda-tanda ke nelayannya," ujarnya.
Langkah selanjutnya, pihaknya akan menggiring kapal tersebut kembali ke tengah laut, untuk menjaga keamanan. "Langkah selanjutnya ya pasti kita pulangkan ke tengah [laut]," ujarnya.