Nasib Proyek Revitalisasi Monas Usai Disetop Sementara

CNN Indonesia | Rabu, 29/01/2020 11:52 WIB
Nasib Proyek Revitalisasi Monas Usai Disetop Sementara Revitalisasi Monas. (CNN Indonesia/LB Ciputri Hutabarat).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyetop sementara proyek revitalisasi Monas. Pemberhentian dilakukan sampai ada tindak lanjut dari Sekretariat Negara karena izin revitalisasi tersebut belum diajukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Pantauan CNNIndonesia.com di lapangan pagi ini, Rabu (29/1), pintu masuk samping IRTI Monas tertutup rapat dan dikunci menggunakan rantai. Baik pengunjung maupun pewarta tidak diperbolehkan memasuki area tersebut.

Dari sela-sela gerbang yang tinggi tidak tampak aktivitas pekerjaan berat yang dilakukan. Namun belasan pekerja terlihat lalu lalang di dalam proyek tersebut. Mereka terlihat tak memakai alat pelindung diri.


Sekali waktu ada pekerja yang masuk membawa batu alam. Para pekerja itu bergeming saat ditanya tentang kegiatan yang mereka lakukan.


Dari dalam gerbang, seorang pria yang memakai baju biru bertuliskan security mengatakan bahwa pekerjaan ditutup sementara.

"Hari ini katanya ditutup. Yang nutup katanya Setneg, tunggu Setneg," kata pria berbaju polo shirt tersebut kepada CNNIndonesia.com, Rabu (29/1).

Saat ditanya soal batu alam, petugas tersebut mengatakan bahwa batu hanya untuk diletakkan, tidak untuk dipasang. Petugas tersebut juga mengaku tidak tahu sampai kapan penyetopan dilakukan.

"Batunya enggak dipasang, cuma dimasukin doang. Enggak tahu juga kita sampai kapan, tunggu perintah aja," tutup dia.

Sementara itu tampak beberapa bahan material ditutup dengan terpal biru. Namun beberapa material lainnya masih terletak di beton plaza.

[Gambas:Video CNN]
Kontraktor Ingin Ada Waktu Ekstra

Di sisi lain Kontraktor proyek revitalisasi Monas, PT Bahana Prima Nusantara berharap Pemprov DKI Jakarta bisa memberikan tambahan waktu untuk pengerjaan proyek.

"Iya mudah-mudahan seperti itu (ada pertambahan waktu)," kata Direktur PT Bahana Prima Nusantara Muhidin Shaleh kepada CNNIndonesia.com, Rabu (29/1).

Muhidin menjelaskan pihaknya sebagai kontraktor hanya mengikuti apa yang diperintahkan Pemprov DKI. Termasuk untuk penghentian sementara, pihaknya menginstruksikan penyetopan segala kegiatan dan pengerjaan di lapangan.

"Ya ini beritanya begitu kalau sementara ya seperti apa. Ya kita ikut saja, kan kita pelaksana gitu," jelas dia.

Muhidin mengatakan penyetopan ini akan berdampak banyak bagi pengerjaan. Salah satunya adalah soal waktu. Karena sesuai perjanjian dengan Pemprov DKI, target waktu pengerjaan revitalisasi Monas ini selesai pada Februari mendatang.

"Ya memang berdampak. Artinya kalau kita kerugian ya waktu. Kita tidak mengerjakan kan. Tapi mudah-mudahan nanti ada koordinasi," ujar dia.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah menyatakan penghentian sementara proyek revitalisasi Monas. Proyek dihentikan menyusul tinjauan di lapangan bersama dengan DPRD DKI Jakarta, Selasa (28/1).

"Setelah rapat dan tadi kita koordinasikan dengan DPRD, ya sudah dihentikan sementara," kata Saefullah di Monas, kemarin.

"Kita lebih suka ini diteruskan. Tapi karena ada hasil rapat koordonasi dengan DPRD, ya sudah ini dihentikan untuk sementara. Untuk menghargai ini semua. Dan kita menunggu dari Mensesneg sebagai Ketua Komite," lanjut dia.

Sementara itu Mensesneg Pratikno menyatakan bakal menyurati Anies. Pasalnya, Anies belum mengantongi izin untuk menjalankan proyek revitalisasi tersebut.

Pratikno menyatakan bakal mengirimkan surat itu ke Anies secepatnya. Ia sendiri telah menerima surat pengajuan izin dari Anies yang dikirim pada Jumat (24/1) lalu.

Pemprov DKI telah menebang sekitar 190 pohon di sana demi revitalisasi. Belakangan Pemprov DKI menyatakan ratusan pohon itu tidak ditebang, melainkan digeser.

Secara gambaran umum, revitalisasi Monas disebut sudah mengacu kepada Keputusan Presiden Nomor 25 tahun 1995. Aturan ini menjelaskan tentang Pembangunan Kawasan Medan Merdeka Di Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Di dalamnya akan terdapat plaza yang dapat digunakan sebagai ruang ketiga berinteraksi, ruang terbuka hijau hingga terdapat kolam. Proyek ini awalnya dianggarkan sebesar Rp147 miliar untuk seluruh kawasan Monas.

Kemudian, Badan Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa DKI membuka lelang hanya untuk Selaran Monas dengan nilai proyek Rp71 miliar. PT Bahana Prima Nusantara menyanggupi dengan nilai proyek sebesar Rp64 miliar.

Belakangan, karena ada perubahan waktu dan pengerjaan, nilai proyek turun menjadi sekitar Rp50 miliar. Adapun target penyelesaian proyek Monas selesai pada Februari 2020. (ctr/osc)