Polisi Ringkus Tersangka Penipu Putri Arab, Sita Satu Jaguar

CNN Indonesia | Rabu, 29/01/2020 14:31 WIB
Polda Metro Jaya berhasil menangkap satu dari dua penipu jual beli tanah dan pembangunan vila di Bali yang memakan korban Putri Kerajaan Arab Saudi. Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Humas Polri Komisaris Besar Asep Adi Saputra. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi meringkus satu tersangka inisial AE dalam kasus penipuan jual beli tanah dan pembangunan vila di Bali yang menimpa Putri Kerajaan Arab Saudi, Lolowah binti Mohammed bin Abdullah Al Saud. Satu tersangka lain berinisial EM masih dalam pencarian.

"Tersangka AE sudah ditangkap dan resmi dilakukan penahanan hari ini," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Asep Adi Saputra di PTIK, Rabu (29/1).

Asep menuturkan peran kedua tersangka dalam kasus penipuan ini sebagai pihak yang langsung berhubungan dengan korban terkait pembelian tanah dan pembangunan vila.


"Peran-perannya langsung menjadi orang yang berhubungan dengan pihak korban, termasuk dia berhubungan dengan yang menjadi fasilitator," ujarnya.

Selain meringkus AE, polisi turut menyita sejumlah barang bukti yang digunakan sebagai alat untuk melakukan penipuan dan hasil dari aksi penipuan tersebut.

Barang bukti yang disita antara lain satu mobil Jaguar, satu mobil Alphard, tujuh bidang tanah, serta sejumlah dokumen. Selain itu, polisi juga melakukan pemblokiran rekening tersangka.

Dalam kasus penipuan ini, kata Asep, kepolisian juga telah memeriksa 24 saksi antara lain dari pihak pelapor, pemilik dan penyewa tanah, kontraktor, pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN), hingga apatur desa.

Putri Kerajaan Arab Saudi, Lolowah binti Mohammed bin Abdullah Al Saud, menjadi korban penipuan kasus jual beli tanah dan pembangunan vila di Bali dengan kerugian mencapai US$36 juta atau Rp512 miliar.

Kasus penipuan dilaporkan oleh kuasa hukum korban pada Mei 2019, diduga dilakukan oleh dua warga negara Indonesia.

[Gambas:Video CNN]
"Kerugian ditaksir Rp512 miliar atau Rp1,5 triliun lebih," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Ferdy Sambo dalam keterangannya, Selasa (28/1).

Ia menjelaskan dugaan penipuan itu bermula saat Lolowah mengirimkan uang sebesar Rp512 miliar selama kurun waktu April 2011 hingga September 2018.

Uang tersebut merupakan uang untuk pembelian tanah serta pembangunan Resort Kama dan Amrita Tedja di Jalan Pura Dalem, Banjar Sala, Desa Pejeng Kawan, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali. Namun, pembangunan tersebut belum selesai hingga 2018. (dis/wis)