SAR Sebut Pemerintah Iran Minta Warga Terdampar Difasilitasi

CNN Indonesia | Kamis, 30/01/2020 04:30 WIB
Kepala Pos SAR Meulaboh mengatakan pihak Kedubes Iran sudah berkomunikasi dengan Basarnas soal 14 nelayan yang terdampar di perairan Aceh. 14 warga negara Iran terdampar di perairan Aceh. (Dok. Istimewa)
Banda Aceh, CNN Indonesia -- Kepala Pos SAR Meulaboh, Dwi Hetno mengatakan, pihaknya baru saja berkomunikasi dengan Kedubes Iran di Indonesia. Mereka, kata dia, meminta agar 14 warga negara mereka yang terdampar di perairan Aceh untuk dipulangkan.

Sebelumnya, kapal yang mengangkut 14 warga negara Iran lempar sauh di 10 mil laut dari Kabupaten Aceh Barat. Mereka tidak diizinkan merapat ke pelabuhan.

"[Kedubes Iran] sudah komunikasi dengan pihak Basarnas tadi siang. Dari Basarnas, memerintahkan Pos SAR Meulaboh untuk memfasilitasi membantu agar kendala mereka bisa teratasi dan bisa pulang kembali negaranya," kata Dwi Hetno, Rabu (29/1).


CNNIndonesia.com sudah mencoba mengonfirmasi hal tersebut ke pihak kedubes Iran di Jakarta, namun belum mendapatkan jawaban.

Dwi Hetno menerangkan sejak ditemukan nelayan Aceh Barat, 14 nelayan Iran tersebut masih belum dibawa turun ke daratan. Mereka masih ditempatkan di atas kapal 1 mil dari perairan Meulaboh, karena alasan kesehatan dan keamanan.

Namun pihaknya memastikan, nelayan Iran yang mengalami mati mesin serta mengaku dibajak perompak Somalia di perairan Maladewa itu, persediaan makanannya sudah dipasok Pos SAR Meulaboh.

"Logistik makanannya kita antar untuk memenuhi kebutuhan hari-harian mereka. Kita juga melakukan perbaikan mesin kapalnya," ucap Dwi Hetno.

Sejauh ini, nelayan Iran tersebut dalam kondisi kesehatan yang baik. Mereka juga kooperatif ketika dimintai keterangan.

"Namun kita terkendala bahasa juga. Soalnya cuma kapten kapalnya saja yang bisa berbahasa Inggris, itu pun sedikit-sedikit," kata dia.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas IIB Non-TPI Meulaboh, Azhar, mengatakan pihaknya tidak dapat memastikan soal keberadaan kapal tersebut, apakah terdampar atau ada aktivitas lainnya seperti dugaan ilegal fishing.

Pasalnya, 14 awak kapal itu, tidak memiliki dokumen resmi apapun.

"Kami belum dalami keberadaan kapal tersebut di perairan kita apakah ada kaitan dengan ilegal fishing, kegiatan lainnya seperti jaringan narkoba atau pengungsi pencari suaka," kata Azhar.

Pihaknya hanya menelusuri kelengkapan dokumen resmi para awak kapal tersebut.

[Gambas:Video CNN]

(dra/kid)