Sebelumnya, kapal yang mengangkut 14 warga negara Iran lempar sauh di 10 mil laut dari Kabupaten Aceh Barat. Mereka tidak diizinkan merapat ke pelabuhan.
"[Kedubes Iran] sudah komunikasi dengan pihak Basarnas tadi siang. Dari Basarnas, memerintahkan Pos SAR Meulaboh untuk memfasilitasi membantu agar kendala mereka bisa teratasi dan bisa pulang kembali negaranya," kata Dwi Hetno, Rabu (29/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Logistik makanannya kita antar untuk memenuhi kebutuhan hari-harian mereka. Kita juga melakukan perbaikan mesin kapalnya," ucap Dwi Hetno.
Sejauh ini, nelayan Iran tersebut dalam kondisi kesehatan yang baik. Mereka juga kooperatif ketika dimintai keterangan.
"Namun kita terkendala bahasa juga. Soalnya cuma kapten kapalnya saja yang bisa berbahasa Inggris, itu pun sedikit-sedikit," kata dia.
Pasalnya, 14 awak kapal itu, tidak memiliki dokumen resmi apapun.
"Kami belum dalami keberadaan kapal tersebut di perairan kita apakah ada kaitan dengan ilegal fishing, kegiatan lainnya seperti jaringan narkoba atau pengungsi pencari suaka," kata Azhar.
Pihaknya hanya menelusuri kelengkapan dokumen resmi para awak kapal tersebut.
[Gambas:Video CNN]