Kata Fachrul, Jokowi bilang ada hampir 10 juta siswa madrasah setiap tahun. Dia takut alumni madrasah sulit bersaing di dunia kerja dengan pendidikan yang ada saat ini.
"Pernah Bapak Presiden mengatakan kepada saya begini, 'Pak Fachrul kebayang enggak bahwa sekolah yang di madrasah itu satu tahun ada 10 juta orang? Hampir 10 juta, 9,9 juta. Kira-kira kalau dia enggak bisa lanjut kuliah, bisa kerja enggak dia ya? Bisa bersaing dia enggak merebut lapangan kerja?'," kata Fachrul menirukan ucapan Jokowi dalam Rakornas Kemenag di Hotel Red Top, Jakarta, Rabu (29/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tidak mau ciptakan anak-anak pendidikan agama tinggi, tapi pengangguran, enggak. Jika mau agamanya tinggi, tapi dia bekerja keras untuk memimpin rumah tangganya, untuk mengelola bangsa ini menjadi lebih baik," ujar Fachrul.
Direktur Kurikulum Sarana Prasarana Kesiswaan dan Kelembagaan Madrasah Kemenag, Ahmad Umar mengatakan bahwa Fachrul hendak meningkatkan kualitas lulusan madrasah.
Salah satu kemampuan yang ditekankan Fachrul, kata Umar, adalah kemampuan bahasa Mandarin. Sebab bahasa Mandarin dan beberapa bahasa asing lainnya dibutuhkan oleh dunia kerja.
"Pertimbangannya begini, bahasa Mandarin ini kan termasuk bahasa asing yang memang banyak digunakan dalam dunia kerja," kata Umar di Kantor Kementerian Agama.