Demam, Balita asal China Diisolasi di RSUP Dr Sardjito DIY

CNN Indonesia | Rabu, 29/01/2020 20:48 WIB
Demam, Balita asal China Diisolasi di RSUP Dr Sardjito DIY Rumah Sakit Dr Sardjito Yogyakarta merawat balita asal China di tengah merebaknya isu virus corona. (CNN Indonesia/Trie)
Yogyakarta, CNN Indonesia -- Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito Yogyakarta merawat seorang balita asal Shanghai, China, yang datang ke Yogyakarta dalam kondisi sakit panas dan diduga terjangkit Virus Corona.

Dokter Spesialis Pulmonologi (paru) anak RSUP Dr Sardjito, Amalia, mengatakan pasien tersebut merupakan pasien rujukan dari salah satu rumah sakit dan datang pada Selasa (28/1) sore.

"Pasien datang dalam kondisi demam, batuk, pilek, datang dari China, tidak ada sesak nafas. Tapi pasien tidak mau makan dan minum," ketanya kepada wartawan di Yogyakarta, Rabu (29/1)


Namun demikian, kondisi pasien hari ini sudah membaik dan ada kemungkinan untuk dipulangkan.

"Alhamdulillah kondisi hari ini, anak tidak demam dan sudah mau makan," imbuhnya. Bahkan, jika kondisinya semakin membaik, maka pasien akan diperbolehkan pulang besok.

Kepala Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat (Hukmas) RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, Banu Hermawan, mengakui penanganan pasien masih dalam kategori biasa meskipun tetap ditempatkan di ruang isolasi.

"Kami menyatakan pasien ini belum menunjukkan tanda-tanda adanya corona," tegas Banu.

Kesimpulan tersebut diambil berdasarkan beberapa parameter pemeriksaan yang telah dilakukan. Namun demikian, pihaknya tetap mengirim sampel ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

[Gambas:Video CNN]
Ketua Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi RSUP Dr Sardjito, Andaru Dahesih Dewi menuturkan pasien saat ini dalam status pemantauan. Mengingat, anak berusia 3 tahun tersebut baru datang dari daerah wabah, dan mengalami demam, batuk, pilek.

"(Sampel) yang dikerjakan dan dikirimkan ke Jakarta Litbangkes itu lab konfirmasi untuk 2019-nCoV jadi spesifik," ucapnya.

Jika nantinya hasil negatif, sebut Andaru, maka pemantauan tidak perlu menunggu masa inkubasinya selesai dalam 14 hari.

Kepala Bidang Palayanan Medis RSUP Dr. Sardjito, Windawati, pun mengimbau agar masyarakat tak panik apalagi sampai takut datang ke rumah sakit lagi.

"Rumah Sakit Sardjito itu aman," tuturnya.

Diketahui, RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta menjadi salah satu dari 100 rumah sakit nasional yang dirunjuk Kemenkes sebagai rujukan untuk penanganan pasien coronavirus. Selain RS dr Sardjito, rumah sakit rujukan lainnya di Yogyakarta adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati, Bantul.

(tri/arh)