Polri Kirim Anggota Usut Data Imigrasi Harun Masiku

CNN Indonesia | Jumat, 31/01/2020 22:14 WIB
Polri mengirim anggota untuk membantu penyelidikan data imigrasi buronan KPK, Harun Masiku. Polri mengirim anggota untuk membantu penyelidikan data imigrasi buronan KPK, Harun Masiku. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Kombes Asep Adi Saputra menerangkan bahwa pihak kepolisian sudah menyiapkan personil untuk menyikapi tim independen bentukan Kementerian Hukum dan HAM. Hal ini dilakukan untuk mengusut dugaan rekayasa data imigrasi tersangka kasus dugaan suap pergantian antarwaktu anggota DPR, Harun Masiku.

"Polri tentunya dengan teknologi yang dimiliki mempunyai keajaiban untuk membantu. Personelnya juga sudah disiapkan," kata Asep kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (31/1).


Kendati demikian, Ia tidak merinci mengenai jumlah personel dari tim yang akan dikerahkan hingga saat ini. Ia hanya menjelaskan bahwa selanjutnya tim tersebut siap untuk melakukan koordinasi dengan tim tersebut.


"Langkah selanjutnya kami akan berkoordinasi," pungkas dia.

Tim gabungan ini, kata Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, terdiri dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, Badan Siber dan Sandi Negara, Direktorat Tindak Pidana Cyber Bareskrim Polri, dan Ombudsman.

[Gambas:Video CNN]

Nantinya tim akan melacak mengapa terjadi penundaan atau delay soal data keberadaan Harun di Bandara Internasional Soekarno Hatta.

"Saya mau kita betul-betul terbuka dan melacak mengapa ini terjadi delay, mengapa data tersimpan di PC terminal 2F bandara. Kalau yang terminal 3 kan beres, makanya enggak ada masalah. Tapi terminal 2 ini ada delay," kata Yasonna.

Terakhir, Ombudsman menolak bergabung dalam tim investigasi yang digagas oleh pengurus partai PDI Perjuangan itu. Ombudsman akan lekas mengirim surat penolakan kepada Yasonna.


"Mereka meminta Ombudsman untuk bergabung, tapi secara etika bernegara Ombudsman sebagai pengawas eksternal tak boleh masuk dalam tim," ucap Komisioner Ombudsman Alamsyah Saragih saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (28/1). (mjo/ayp)