Koalisi itu terdiri atas sejumlah aktivis dan lembaga seperti ICW, YLBHI, TII, LBH Jakarta, Pusako FH Unand, Pukat UGM, PSHK, Imparsial, KontraS, ICEL, dan PBHI.
Peneliti ICW Kurnia Ramadhana mencontohkan, ketidaktegasan tersebut terlihat saat tim KPK mendatangi kantor DPP PDI Perjuangan untuk penyelidikan pada awal bulan ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dan, sejauh ini markas partai tersebut pun belum pula disegel maupun digeledah KPK.
Lalu, yang kedua, ketika tim KPK melakukan pengejaran terhadap Harun Masiku yang diduga berada Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), saat itu, tim KPK diinterogasi petugas dan ada upaya mempersulit tim lembaga antirasuah.
"Harusnya pimpinan KPK hadir. Tapi ketika kita lihat kemarin waktu rapat KPK di komisi III, Firli ketika ditanya soal PTIK, dia buang badan. Padahal juru bicara KPK, konfirmasi, bahwa memang bilang tim berada di PTIK," kata Kurnia.
"Belum sampai 2 bulan pimpinan KPK menjabat, tapi sudah ada kontroversi, kasus ini bukti nyata bahwa ada problem serius di kepemimpinan Firli Bahuri dan teman-teman," ucap dia.
Ia lantas membandingkan, kasus Harun Masiku dengan kasus korupsi yang pernah menjerat eks Bendahara Umum Partai Demokrat, Nazaruddin pada 2011 silam.
"Nazaruddin itu Bendahara di Partai Demokrat, partai yang saat itu berkuasa, itu aja bisa, ini Harun Masiku siapa," ucap dia
[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, Ketua KPK Firli Bahuri tak membuat tenggat waktu memburu Harun Masiku yang telah ditetapkan sebagai tersangka suap Komisioner KPU, Wahyu Setiawan.
"Saya tidak pernah bicara target waktu menangkap orang. Saya 30 tahun menjadi anggota Polri, tidak pernah saya menargetkan menangkap orang itu berapa hari. Karena orang dicari itu ibaratkan mencari jarum dalam sekam," kata Firli saat ditemui di Kantor LPSK, Jakarta, Rabu (29/1).
Firli yakin Harun pasti tertangkap. Keyakinan itu dilanjuti Firli dengan pernyataan bahwa KPK selalu berhasil menangkap pelaku korupsi sebelumnya.
KPK menetapkan Harun Masiku sebagai tersangka pada 9 Januari lalu. Dia diduga terlibat dalam kasus suap pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR Fraksi PDIP.