Pengamat Prediksi 4 Parpol Bakal Bergejolak Jelang 2024

CNN Indonesia | Sabtu, 01/02/2020 00:32 WIB
Direktur PUSaKO FH Universitas Andalas, Feri Amsari, memprediksi empat partai bergolak jelang pemilu 2024. Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Fakultas Hukum Universitas Andalas, Feri Amsari, memperkirakan empat parpol yang bergantung pada tokoh politik tertentu akan bergolak jelang 2024. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Fakultas Hukum Universitas Andalas Feri Amsari memprediksi beberapa partai besar yang bergantung pada satu sosok sentral akan diterpa gejolak internal jelang Pemilu 2024. Dia menyebutnya sebagai pancaroba politik.

Feri menjelaskan pancaroba politik terjadi saat partai politik dipaksa melakukan transisi kepemimpinan. Dia menduga hal itu terjadi di sebagian partai politik karena beberapa ketua umum akan memasuki usia lanjut.


"Sebagian ketua partai akan berusia lanjut. Kalau tidak hati-hati, tidak ada proses demokratis dalam penataan parpol, terutama pemilihan ketua, maka kalau terjadi sesuatu kepada ketua parpol maka akan ada perebutan kursi yang menurut kami berdarah-darah," kata Feri dalam sebuah diskusi di kawasan Raden Saleh, Jakarta, Jumat (31/1).


Feri menyebut beberapa partai yang berpotensi mengalami hal tersebut, yakni PDIP, Partai Demokrat, Partai Gerindra, dan Partai Nasdem. Ketua Umum empat partai itu, kata dia, akan berada dalam usia lanjut pada 2024.

Seperti diketahui, pada 2024 Megawati Soekarnoputri akan berusia 77 tahun, Susilo Bambang Yudhoyono berusia 75 tahun, Prabowo Subianto berusia 73 tahun, dan Surya Paloh berusia 73 tahun.

Feri berkata parpol-parpol tersebut perlu membenahi sistem pemilihan ketua umum menjadi lebih demokratis. Sebab jika masih sekadar menimbang garis keturunan, maka akan ada perebutan antarpewaris sang ketua umum.

[Gambas:Video CNN]

"Apakah penguatan partai terjadi atau partai tetap didominasi keluarga-keluarga tertentu, sehingga ujungnya soal itu-itu lagi. Bagaimana pun itu tidak baik untuk demokrasi," ujar dia.

Lebih lanjut, Feri menyarankan partai-partai itu mengadopsi sistem konvensi. Selama ini konvensi pernah diterapkan parpol di Indonesia, tapi hanya saat menentukan capres.

"Jadi ada tahapan di tingkat daerah, sampai ke tingkat nasional dalam penentuan ketua partai. Sehingga ketua partai betul-betul bekerja demi kader partai dan menyukseskan partai," tuturnya. (dhf/ayp)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK