BNPB Pastikan WNI yang Dipulangkan dari China Bebas Corona

CNN Indonesia | Sabtu, 01/02/2020 11:33 WIB
Kepala BNPB Doni Monardo memastikan WNI yang dipulangkan dari Wuhan, China tidak terjangkit virus corona. Kepala BNPB Doni Monardo memastikan WNI yang dipulangkan dari China dalam kondisi sehat. (CNN Indonesia/Ryan Hadi Suhendra).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo memastikan Warga Negara Indonesia (WNI) yang dipulangkan dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China tidak terinfeksi virus corona.

"Pemerintah menjamin, WNI yang pulang dari China dalam kondisi sehat, dan prosedur pengamanan dilakukan secara teliti," kata Doni dikutip dari Antara, Sabtu (31/1).

Seluruh WNI yang dipulangkan sudah melalui rangkaian proses pemeriksaan kesehatan. Dalam hal ini, apabila terindikasi demam, WNI bersangkutan tidak boleh keluar dari Wuhan.


Doni menerangkan, setiba di Indonesia, seluruh WNI itu akan diobservasi selama 2 pekan sebelum kembali ke keluarga masing-masing.

"Mereka bukan dikarantina, bukan diisolasi, hanya diberikan penampungan sementara untuk observasi selama 2 minggu," kata dia.

Selanjutnya, ia meminta masyarakat tidak khawatir karena Kementerian Kesehatan, TNI dan unsur lainnya telah melakukan persiapan dengan standar medis yang diatur sedemikian rupa.

"Menteri Kesehatan dan saya berada di depan, di mana tiba. Artinya kalau mereka sakit dan berisiko tertular, rasanya tidak mungkin Menteri Kesehatan dan Kepala BNPB berada di situ. Tentu ingin menyelamatkan diri," kata dia.

Jalani Pemeriksaan Suhu Tubuh

Pemerintah China sendiri telah melakukan usaha preventif dengan melakukan pemeriksaan rutin terhadap suhu tubuh warga setempat.


Yuliannova Chaniago, seorang mahasiswi Warga Negara Indonesia (WNI) yang sampai saat ini masih berada di Kota Wuhan, harus melakukan pemeriksaan suhu tubuh setiap hari.

Ia juga harus melaporkan hasilnya dalam buku jurnal yang selanjutnya diserahkan ke International Office di kampusnya untuk memastikan kondisi kesehatan tubuhnya.

"Hari ke 9 (Sembilan) Wuhan Lockdown. Ada buku jurnal yang harus diisi, apa ya? Oh ya, harian suhu tubuh kami yang harus selalu kami periksa dan kami catat lalu laporkan ke International Office setiap malamnya," ujar Yuliannova melalui akun twitter @ylchaniago seperti dikutip CNNIndonesia.com, Sabtu (1/2).

Yuliannova menyatakan sejauh ini sesuai hasil pemeriksaan suhu tubuh, kondisinya serta WNI setempat dalam keadaan baik-baik saja.



"Alhamdulillah suhu badan kami sampai hari ini berkisar 35-36c. Doakan kita ya." ujarnya.

Dilansir dari AFP, Sabtu (1/2), epidemi virus corona telah menewaskan 259 orang dan menginfeksi hampir 12 ribu orang. Jumlah tersebut melampaui orang yang terinfeksi SARS yang merebak pada 2002-2003, 8.098 orang. (khr/sfr)