Menurut Arman, sampai saat ini belum ada satupun pembuktian dari penelitian medis yang menyatakan ganja dapat menyembuhkan penyakit tertentu, khususnya asma.
"Itu pendapat ngawur, tidak berdasar. Yang kami liat, sampai saat ini tidak ada pembuktian penelitian medis di negara mana pun yang menyatakan ganja bisa sembuhkan penyakit tertentu, khususnya asma. Tidak ada itu", ungkap Arman di Semarang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banyak negara, kata dia, melarang ganja dikonsumsi untuk tujuan apapun karena menimbulkan efek ketergantungan yang dapat merusak organ tubuh dan otak manusia.
Lihat juga:Jejak Ganja dalam Kuliner Aceh |
"Sepertinya ada pihak yang mau "bermain" mengambil keuntungan dengan menyebar isu ganja bisa jadi obat sehingga segera dilegalisasi karena dapat diekspor menambah pendapat negara", terang Arman.
Sebelumnya, elite PKS Rafli mengusulkan pemerintahan Jokowi untuk melegalkan tanaman ganja sebagai komoditas ekspor. Usul tersebut ia sampaikan kepada Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dalam rapat kerja, Kamis (30/1).
"Ganja entah itu untuk kebutuhan farmasi, untuk apa saja, jangan kaku kita, harus dinamis berpikirnya. Jadi, ganja ini di Aceh tumbuhnya itu mudah," katanya.
[Gambas:Video CNN]
Namun demikian, Ketua Fraksi PKS di DPR RI Jazuli Juwaini mengaku sudah menegur keras anggotanya mengusulkan tersebut.
Menurutnya, Rafli juga telah meminta maaf atas kesilapan pikiran dan pernyataan yang telah menimbulkan polemik serta kesalahpahaman di tengah masyarakat. Dia pun menegaskan bahwa Rafli telah menarik usulan tersebut.
"PKS menegur keras Rafly dan yang bersangkutan meminta maaf atas kesilapan pikiran dan pernyataan pribadinya itu sehingga menimbulkan polemik serta membuat salah paham di kalangan masyarakat. Beliau (juga) menarik usulan pribadinya itu," kata Jazuli dalam keterangan pers yang diterima CNNIndonesia.com, Jumat (31/1). (dmr/ain)