Kemenkes Kritik Pihak yang Sangsi Tak Ada Virus Corona di RI

CNN Indonesia | Selasa, 11/02/2020 00:20 WIB
Kemenkes Kritik Pihak yang Sangsi Tak Ada Virus Corona di RI Kemenkes mengkritik pihak yang meragukan tak ada virus corona di indonesia. (Foto: STR / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Badan Litbang Kementerian Kesehatan Siswanto mengkritik sejumlah pihak yang sangsi terhadap ketiadaan virus corona di Indonesia. Siswanto mengklaim, Indonesia telah memiliki alat untuk mendeteksi virus dengan nama lain phneumonia Wuhan itu menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR).

"Jadi saya hanya ingin katakan bahwa selama ini ada berita-berita yang menyangsikan. Jadi kita mampu karena sudah pengalaman dalam flu burung hingga MERS CoV," ujar Siswanto saat memberikan keterangan di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Senin (10/2). 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya sudah menyatakan kekhawatiran terkait kondisi di Indonesia yang menyatakan belum ada virus corona. Padahal sejumlah negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, hingga Australia telah memiliki data jumlah orang yang terjangkit virus tersebut. 

Penelitian dari Harvard juga menyebutkan kemungkinan Indonesia yang tak mampu mendeteksi virus corona. Sebab hingga saat ini ditemukan 0 kasus atas persebaran virus itu. 

Namun Siswanto mengklaim PCR dapat memeriksa keberadaan virus corona dalam waktu satu hari. Terdapat sejumlah langkah yang harus dilakukan saat memeriksa virus tersebut. 

[Gambas:Video CNN]

Bahkan dari data terakhir, kata dia, ada 62 spesimen yang diambil dari hidung atau tenggorokan sudah dikirimkan dari 28 rumah sakit di 16 provinsi. Hasilnya 59 negatif dan tiga masih dalam pemeriksaan.


"Kami punya lab rujukan nasional penyakit infeksi yang pada dasarnya mampu melakukan (pemeriksaan) itu," katanya. 

Sementara terkait penelitian Harvard, Siswanto mengatakan, hasil yang dipaparkan itu hanya sebuah prediksi dinamika penyebaran virus corona. Variabel yang digunakan adalah dengan menghitung seberapa besar orang lalu lalang secara internasional. Dari hasil tersebut, diprediksi Indonesia mestinya mengalami sekitar enam kasus persebaran virus corona. 

"Harusnya ada sekitar enam atau berapa kasus. Tapi kita enggak ada, ya kita bersyukur jangan dipaksa supaya (seperti) sepak bola terus gol. Dan kita sudah teliti dengan benar itu," ucapnya. (pris)