Pantauan CNNIndonesia.com, hingga Selasa (4/2) siang ketinggian bervariasi antara 60-1,5 meter.
Kepala Desa Gelam Jaya, Muhammad Sanusi mengatakan banjir disebabkan karena tanggul sungai Cirarab jebol dan hujan yang turun sejak Minggu (2/1) lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk sementara, pihaknya hanya menyiapkan satu posko pengungsian pusat yang dijadikan dapur umum untuk warga korban banjir. Sementara sisanya kata Sanusi masing-masing RW telah menyiapkannya seperti di tempat ibadah dan tenda pengungsian mandiri.
Air merendam perumahan di Tangerang. (CNN Indonesia/Thohirin) |
Ia mengatakan kini pihaknya tengah berkordinasi dengan petugas di lapangan untuk menyiapkan sejumlah kebutuhan logistik untuk dibagikan kepada warga korban di masing-masing titik pengungsian.
Sejauh ini kata Sanusi kebutuhan logistik untuk warga cukup aman. Namun demikian, ia mengaku masih membutuhkannya untuk beberapa hari ke depan sambil menanti air surut.
"Pembagian logistik. Makanan yang sudah siap makan. Siap saji dan air. Kita keliling terus," kata Sanusi.
[Gambas:Video CNN]
Air merendam perumahan di Tangerang. (CNN Indonesia/Thohirin)